Santuni Anak Yatim Piatu, Sebagai Bentuk Kepedulian Penyuluh Agama Islam di Bengkulu

News155 Dilihat

IPARI KOTA BENGKULU – Suasana penuh kehangatan dan semangat menyelimuti Panti Asuhan Bintang Trampil, Kota Bengkulu, saat para Penyuluh Agama Islam (PAI) dari Kementerian Agama Kota Bengkulu, dengan unit kerja Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gading Cempaka, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan sekaligus berbagi berkah dengan anak-anak panti.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi saja, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial dan dakwah yang menyentuh hati.

Para penyuluh turut menyumbangkan sebagian rezeki mereka, dalam bentuk kebutuhan pokok sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada anak-anak yang tinggal di panti asuhan.

Koordinator PAI KUA Gading Cempaka yang diwakili oleh Muhidin, SE dalam sambutannya, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat anak-anak dalam belajar agama, khususnya dalam membaca Al-Qur’an dengan makhroj dan tajwid yang benar.

“Melalui penyuluhan ini, kami ingin menanamkan semangat kepada adik-adik di Panti Bintang Trampil agar terus belajar, mencintai Al-Qur’an, dan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia,” ungkapnya.

Dijelaskan Muhidin, terdapat beberapa ayat Al-Quran dan Hadist tentang pentingnya menyantuni anak yatim piatu

Terdapat dalam Al-Baqarah ayat 220,

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلۡيَتَـٰمَىٰۖ قُلۡ إِصۡلَاحٞ لَّهُمۡ خَيۡرٞۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمۡ فَإِخۡوَٰنُكُمۡۚ

Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. Katakanlah: ‘Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.’ Dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu…”(QS. Al-Baqarah: 220)

” Dalam ayat ini menekankan, bahwa memperhatikan dan memperbaiki kehidupan anak yatim adalah tindakan yang baik. Jika kita hidup bersama mereka, anggaplah mereka sebagai saudara, bukan sebagai beban. Islam sangat mendorong agar anak yatim tidak diperlakukan semena-mena dan hak-haknya dijaga,” jelasnya.

Sedangkan untuk hadistnya, Muhidin memaparkan terdapat pada Hadist Riwayat Bukhari, yang artinya, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” lalu Nabi mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkan keduanya.
(HR. Bukhari no. 5304)

“Hadis ini menunjukkan bahwa orang yang peduli, dan menyantuni anak yatim akan memperoleh tempat yang sangat dekat dengan Rasulullah di surga. Ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk aktif dalam mengasuh dan merawat anak yatim, baik secara langsung maupun tidak langsung,” terangnya.

Anak-anak panti menyambut kegiatan ini dengan antusias dan penuh kebahagiaan. Mereka mengikuti sesi pembelajaran Al-Qur’an dengan semangat dan keaktifan, menandakan bahwa harapan dan cita-cita mereka masih menyala terang meski dalam keterbatasan.

Kegiatan ini menjadi bentuk dakwah sosial yang penuh makna — menebar kebaikan, menyalakan harapan, dan mempererat tali kasih antara penyuluh agama dan masyarakat, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian lebih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *