IPARI KOTA BENGKULU – Nama Fathur Rohman, M.Pd.I juga menjadi sorotan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, pasalnya, Fathur juga mewakili Provinsi Bengkulu diajang bergengsi Penyuluh Agama Islam (PAI) Award tahun 2025, pada kategori Anti Korupsi.
Fathur Rohman merupakan Penyuluh Agama Islam Non PNS dari Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, dengan unit kerja Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Singaran Pati.
Dijelaskan Kang Fathur sapaan akrabnya itu saat diwawancara Kontributor IPARI, Aditya Candra Utama, S.Kom.I, ini yang kedua kalinya Fathur mengikuti ajang bergengsi PAI Award.
Untuk edisi PAI Award tahun ini, seleksi ditingkat Provinsi, Fathur mengalahkan peserta lainnya dari Kabupaten Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah, yang mengirimkan peserta terbaiknya pada Kategori Anti Korupsi.
Walaupun Fathur sudah punya pengalaman di ajang PAI Award sebelumnya, namun, untuk kali ini, dia menargetkan setidaknya mengharumkan nama Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi dan Kemenag Kota Bengkulu, dikancah Nasional dengan memberikan penampilan yang terbaik.
“Saya adalah seorang penyuluh agama Islam yang aktif, dan konsisten dalam mengedukasi masyarakat mengenai nilai-nilai kejujuran, integritas, dan bahaya korupsi, khususnya di wilayah Bengkulu,” ujar Fathur Rohman.
“Selama ini, saya terlibat langsung dalam berbagai kegiatan penyuluhan yang berorientasi pada gerakan anti korupsi, baik melalui ceramah keagamaan, diskusi komunitas, pelatihan karakter, hingga kolaborasi dengan komunitas terkait untuk membangun budaya bersih dan berintegritas di tengah masyarakat,” lanjutnya.
Menurutnya ini menjadi sebuah komitmen dia, terhadap pemberantasan korupsi tidak hanya sebatas wacana, tetapi diwujudkan melalui pendekatan keagamaan yang menyentuh hati dan kesadaran umat, dengan menekankan bahwa korupsi bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga perbuatan tercela secara moral dan agama.
Untuk itu, melalui Penyuluh Agama Islam Award 2025 kategori Anti Korupsi, dirinya berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih luas dalam menyebarluaskan nilai-nilai anti korupsi, serta menjadi inspirasi bagi sesama penyuluh, dan masyarakat umum untuk bersama-sama membangun Indonesia yang bersih serta berkeadilan.
Untuk judul yang akan dibawa ke tingkat Nasional nanti, Fathur Rohman masih merahasiakan, sebab, diedisi sebelumnya, judul yang dibawa ternyata ditiru sama Provinsi lain.
“Cerita dulu pernah lomba Bank Sampah, kategori Pelestarian Lingkungan diajang PAI Award 2023 lalu,” terangnya.
Fathur berterima kasih atas doa dan dukungan kepada semua pihak, yang membantu dia sampai akhirnya mewakili Provinsi Bengkulu di tingkat Nasional.
” Insya Allah perjuangan kami (khususnya saya dan saudara kami Titi Arpani) akan terus berjuang semaksimal mungkin, Tentu dorongan motivasi dari semua pihak terkhusus dalam istri dan anak-anak saya menjadi motivasi berharga utama dan paling utama,” tuturnya.
Selain itu, Fathur juga mengucapkan terima kasih pada Penyuluh Agama Islam teladan di edisi tahun-tahun sebelumnya, yang mengharumkan nama Provinsi Bengkulu seperti, Heri Putra Effendi, S.Sos.I dan Hj. Elly Agustina, S.Sos.I, M.TPd telah membantunya mulai dari pendaftaran dan lainnya.
“Kami juga mohon support dan doanya dari semua kawan-kawan PAI dan doa dari Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, Dr. H. Muhammad Abdu,S.Pd.I, MM, Kabid Penerangan Agama Islam dan Zawa, Drs. H. Arsan S Ibrahim, M.HI, Kepala Kemenag Kota, Dr. H. Nopian Gustari,S.Pd.I, M.Pd.I beserta Kasi Bimas Islam, H. Rolly Gunawan,S.Sos.I, M.HI dan juga keluarga besar KUA Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu tempat saya bertugas,” tutupnya.








Semangat selalu untuk berkarya
Semangat selalu untuk berkarya jangan menyerah sebelum berjuang
Tetap selalu untuk berkarya jangan menyerah sebelum berjuang