Tips Jitu Pembuatan Konten Kreatif Dakwah Secara Efektif

News260 Dilihat

IPARI KOTA BENGKULU – Beberapa hari yang lalu, puluhan Penyuluh Agama Islam (PAI) mendapat pelatihan pembuatan konten kreatif, yang diinisiasi langsung oleh Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu melalui Seksi Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas).

Bagi kamu yang tidak berkesempatan mengikuti pelatihan konten kreatif, berikut kita berikan tips jitu pembuatan konten dakwah digital secara efektif, dari materi yang disampaikan oleh narasumber pada acara pelatihan tersebut.

Dikatakan oleh Komi Kendy Setiawati yang merupakan Bisnis Manager (BM) Tribun Bengkulu.com, ada beberapa strategi pembuatan konten dakwah yang efektif dapat menjangkau seluruh lapisan pengguna media sosial saat ini.

“Penyuluh Agama Islam selain bertugas di lapangan, penyuluh di era sekarang bertugas aktif di ruang digital, apalagi, Media sosial dan platform digital adalah lahan dakwah baru dan strategis, tentunya dengan pembuatan konten kreatif dapat membantu menyampaikan nilai agama dengan
cara yang lebih mudah dicerna oleh masyarakat modern,” ungkap Komi dalam materinya itu.

Dipaparkan oleh Komi, pengguna di Media Soial di Indonesia sangatlah membuldak, seperti pengguna Youtube paling banyak sebesar 139 juta pengguna, lalu, Tiktok 127 juta pengguna, Fecebook 118 juta pengguna, Instagram 101 juta pengguna dan lainnya.

Ini menandakan, bahwa sosial media saat ini menjadi referensi sebagian masyarakat di Indonesia, dari berbagai informasi yang tersaji, salah satunya, konten dakwah yang efektif bisa menjangkau seluruh masyarakat nantinya.

Untuk itu, strategi jitunya agar konten dakwah digital bisa efektif, yang pertama, kita harus mengindentifikasi audiensnya, seperti mau menjangkau kalangan remaja, keluarga, komunitas tertentu dan lainnya. Lalu yang kedua, tentukan tujuan konten, seperti konten edukasi, motibasi, klarifikasi isu agama dan lainnya.

“Untuk format konten, bisa berupa teks/tulisan, seperti artikel, kutipan atapun cepren, lalu juga bisa dengan format audio, itu kontennya juga efektif,” jelasnya.

Dipaparkan Komi, para Penyuluh Agama Islam juga harus memahami platform distribusi dari bebagai sosial media, seperti Instagram dan Tiktok, audiensnya anak muda, karena visual dan cepat, sedangkan Facebook jangkauannya, komunitas umum dan orang tua, lalu YouTube, video tentang kajian panjang, dakwah tematik dan WhatsApp juga menjadi bagian platform sebab sebagai komunitas lokal.

Untuk ide pembuatan konten, ada beberapa tips jitu yang bisa terapkan oleh Penyuluh Agama Islam, yang pertama, Mengoptimalkan indra seperti perbanyak membaca, mendengar, melihat, merasakan, selalu ingin tahu, peduli sekitar. Kedua, Prinsip ATM, Amati, tiru, modifikasi, ketiga, Manfaatkan Teknologi Penggunaan AI dan aplikasi.

Dari ide pembuatan konten dakwah diatas, Komi mencontohkan, seperti membuat konten moderasi beragama, kita fokus menanamkan nilai-nilai toleransi, anti radikalisme, dan hidup berdampingan, jadi ide kontennya, bisa dengan format, video pendek temanya toleransi dalam Islam.

Atau bisa juga dengan ilustrasi komik, seperti dialog antar umat beragama, atau bisa dengan membuat Reels/TikTok, 5 cara bersikap moderat dalam beragama.

“Contoh yang kedua bisa menggunakan materi Penguatan Keluarga Sakinah, jadi kita berfokus pada, Membangun rumah tangga harmonis sesuai ajaran agama. Ide Kontennya bisa dengan video Vlog, temanya Tips komunikasi pasangan ala Rasulullah. Atau poster dakwah, temanya Doa dan etika dalam keluarga dan TikTok lucu temanya Kalau rumah tangga ikut sunnah,” jelasnya.

Disamping itu, Komi juga menjelaskan tips jitu produksi konten dakwah yang berkualitas, pertama, Gunakan bahasa yang santun dan mudah dipahami. Kedua, Perhatikan kualitas visual dan suara. Ketiga, Tambahkan elemen menarik (musik latar yang netral, efek visual ringan).

Keempat, Sebelum sertakan caption minimal 5 W (teks foto) Tagar yang relevan #toleransiberagama #haji. Kelima, Membuat plan/ kalender konten. Keenam, Rutin dan konsisten. Ketujuh, Bangun interaksi. Delapan, Manfaatkan aplikasi.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *