Penguatan Ekoteologi, Kemenag Kota Gandeng UIN FAS Bengkulu Tanam Ratusan Bibit Pohon Berbuah

News50 Dilihat

IPARI KOTA BENGKULU – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu melalui Kelompok Kerja (Pokja) Penyuluh Agama Islam (PAI) dan Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota, sukses menggelar Gerakan Ekoteologi Janji Hijau melalui kegiatan penanaman pohon bersama bertema

“Dari Iman Tergerak Tindakan, Dari Pohon Tersemai Harapan” dengan menggandeng UIN FAS Bengkulu, bertempat di lokasi Eks STQ, Kamis (12/2/2026).

Penguatan Ekoteologi ini, sebagai bentuk dukungan penuh salah satu program unggulan Kementerian Agama saat ini, dimana gerakan penanaman pohon untuk melestarikan lingkungan, dari pemanasan globalisasi yang lambat laun mengikis permukaan bumi.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor II UIN FAS Bengkulu, Kepala LPPM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bengkulu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, para Kepala KUA, Penyuluh Agama Islam, serta Koordinator Pusat Studi Lingkungan Hidup (PSLH).

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Dr. Nopian Gustari, S.Pd.I., M.Pd.I mengatakan, kolaborasi lintas sektoral ini menjadi sangat penting untuk dilakukan, mengingat ini menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan program tersebut.

“Gagasan ini merupakan hasil kolaborasi yang tepat. UIN FAS menyediakan lahan, sementara kami melalui para Penyuluh Agama Islam yang tersebar di KUA yang berada di 9 Kecamatan Kota Bengkulu, menghadirkan tanaman berbuah sesuai program Pohon yang ditanam oleh calon
72 pengantin ini kami sebut sebagai ‘pohon cinta’,” ujar Dr. H. Nopian dalam sambutannya.

Menurutnya, Jika program ini berjalan dengan optimal, nantinya akan ada sekitar 6.000 pohon yang ditanam dan bisa berpotensi menjadi kawasan wisata buah, apalagi, UIN FAS menyediakan 10 hektar lahan dibuka secara bertahap.

Disamping itu, Dr. H. Nopian menambahkan bahwa keberlanjutan program sangat bergantung pada komitmen bersama, dalam merawat tanaman yang telah ditanam.

“Keunggulan lokasi UIN adalah adanya sistem perawatan dan pengawasan, sehingga program ini berpeluang besar untuk berhasil. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari Pemerintah Kota, UIN FAS, hingga PSLH yang terus mendukung sehingga program lintas sektor ini dapat berjalan sesuai harapan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor II UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Prof. Dr. Zubaedi, M.Pd., menegaskan bahwa masyarakat, juga memiliki peran penting sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui integrasi nilai agama dan kepedulian

“Peran kita sebagai masyarakat adalah menjadi agen perubahan dengan mengintegrasikan nilai- nilai keagamaan dan kepedulian lingkungan. Kami juga berupaya mengajak ASN dan calon pengantin untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan penanaman pohon ini. UIN FAS Bengkulu siap menjadi mitra strategis dalam mendukung kolaborasi lintas lembaga dan pemerintah kota,” ungkapnya.

Disisi lain, Ketua IPARI Kota Bengkulu, Syukran Jayadi, M.Pd.I mengapresiasi kegiatan ini, apalagi semangat para Penyuluh Agama begitu luar biasa, dimana mulai dari persiapan penanaman pohon mereka sudah tampak antusias.

“Semangat dan kekompakan seperti ini harus kita jaga, bukanya hanya sebagai seremonial belaka, tapi, kita mengajak melalui peran penyuluh, Catin bisa tau ternyata ini alasannya, kenapa mereka diwajibkan tanam pohon sebelum menggelar prosesi ijab dan qabul,” jelasnya.

Hal ini juga senada dengan Ketua Pokja PAI, Hj. Elly Agustina, M.TPd dimana peran beliau begitu sangat penting, sehingga terciptanya kerjasama ini dengan UIN FAS Bengkulu.

Menurutnya, yang lebih penting, peran Penyuluh di Kota Bengkulu dalam mensukseskan kegiatan ini, mulai dari persiapan hingga berlangsung dengan sukses.

“Terima kasih kami ucapkan, para tim hebat di Pokja PAI, yang mau meluangkan waktu, tenaga dan fikirannya dalam mensukseskan kegiatan kita pada hari ini,” tuturnya.

Melalui Gerakan Ekoteologi Janji Hijau, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup, sekaligus memperkuat sinergi antara nilai keagamaan, pendidikan, dan pembangunan berkelanjutan di Kota Bengkulu.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *