Khutbah Jumat : Menjaga Lisan dan Jari di Era Digital

Khutbah Jumat148 Dilihat

Oleh : Ust. Heri Putra Efendi, S.Sos.I (Penyuluh Agama KUA Ratu Samban)

Khutbah Pertama

الحمد لله رب العالمين، نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا. من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له. أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.
…………….

Amma ba’du,
Jamaah Jumat rahimakumullah,

Kita hidup di zaman yang penuh ujian lisan dan tulisan. Media sosial telah menjadi bagian dari kehidupan kita, tetapi di sanalah pula banyak dosa kecil muncul tanpa kita sadari.

Hari ini kita renungkan tiga pesan penting agar kita selamat di dunia dan akhirat.

Poin Pertama: Jaga Lisan dan Tulisan – Media Sosial Adalah Lisan Baru

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dulu, dosa keluar lewat mulut; sekarang dosa bisa keluar lewat jari-jari kita — komentar, unggahan, atau pesan yang menyakitkan.
Karena itu Allah mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila datang kepadamu orang fasik membawa berita, maka periksalah dengan teliti (tabayyun)…” (QS. Al-Ḥujurāt [49]: 6)

Maka, jangan mudah share berita tanpa tabayyun, karena satu kiriman bisa membawa fitnah besar.

Poin Kedua: Jangan Rusak Pahala dengan Jari Sendiri

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ لاَ يَرَى بِهَا بَأْسًا، يَهْوِي بِهَا فِي النَّارِ أَبْعَدَ مِمَّا بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kalimat tanpa berpikir bahayanya, maka ia tergelincir ke neraka sejauh antara timur dan barat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Satu kalimat, satu komentar, satu posting-an — bisa menghapus pahala bertahun-tahun.
Maka sebelum mengetik, pikirkan tiga hal:
1. Apakah benar?
2. Apakah bermanfaat?
3. Apakah perlu disampaikan?

Poin Ketiga: Gunakan Media Sosial untuk Dakwah dan Amal Jariyah

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim)

Gunakan jari untuk kebaikan: Bagikan ayat Qur’an, Tulis doa,Sebar nasihat, Dukung amal shalih.

Kisah Hikmah: Seorang pemuda Mesir membuat konten dakwah pendek tiap hari. Ia wafat muda, tapi videonya terus disebar hingga kini. Setiap orang menonton dan mengambil manfaat, pahala terus mengalir kepadanya.

Inilah kekuatan amal jariyah di zaman digital.

Jamaah yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan lisan dan tulisan kita sumber pahala, bukan sumber dosa.
Gunakan media sosial untuk dakwah, bukan untuk fitnah.

Khutbah Kedua

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى.

Amma ba’du,
Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Kita memohon agar Allah menjaga lisan dan tulisan kita dari keburukan.
Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا يَسْتَقِيمُ إِيمَانُ عَبْدٍ حَتَّى يَسْتَقِيمَ قَلْبُهُ، وَلَا يَسْتَقِيمُ قَلْبُهُ حَتَّى يَسْتَقِيمَ لِسَانُهُ

“Tidak akan lurus iman seseorang hingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya hingga lurus lisannya.”
(HR. Ahmad)

Mari kita luruskan iman dengan meluruskan lisan dan tulisan.
Jadikan jari-jari kita saksi kebaikan, bukan alat dosa.

Doa Penutup

اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.
اللّٰهُمَّ اجْعَلْ أَلْسِنَتَنَا ذَاكِرَةً لَكَ، وَأَيْدِيَنَا خَادِمَةً لِدِينِكَ، وَقُلُوبَنَا مَمْلُوءَةً بِحُبِّكَ وَطَاعَتِكَ.
اللّٰهُمَّ جَنِّبْنَا الزَّلَلَ فِي الْقَوْلِ وَالْفِعْلِ وَالْكِتَابَةِ، وَاخْتِمْ لَنَا بِالْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ.

اللّٰهُمَّ آمِين، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *