PENAIS Award : Puncak Prestasi Tertinggi bagi Penyuluh Agama Islam

News131 Dilihat

Tulisan ini saya dedikasikan untuk seluruh Penyuluh Agama Islam di Indonesia

IPARI KOTA BENGKULU – Berakhir sudah Penghargaan PENAIS Award 2025 atau sebelumnya biasa dikenal dengan Penyuluh Agama Islam Award malam tadi, bertempat di Aston Kartika Grogol Hotel, Jakarta Barat.

Yang menjadi pertanyaan, mengapa Penais Award Kemenag RI ini menjadi puncak prestasi tertinggi bagi para Penyuluh Agama Islam di Indonesia?

Sebab, para Penyuluh Agama Islam dari berbagai Provinsi yang ingin berada dipanggung terbesar Penais Award ini, harus mengikuti tahapan seleksi yang cukup panjang, bahkan bisa dibilang sangat melelahkah.

Para Penyuluh Agama Islam ini, akan mengikuti seleksi dari mulai Kemenag Kabupaten/Kota terlebih dahulu mereka harus mengalahkan pesain lainnya, agar menjadi perwakilan dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi tersebut.

Termasuk di Provinsi Bengkulu, dari 9 Kabupaten/Kota persaingannya cukup ketat, dimana Kabupaten Bengkulu Tengah yang lebih siap untuk mengikuti ajang Penais Award tahun ini, tak tanggung-tanggung mereka mengirimkan empat Penyuluh Agama terbaiknya dari masing-masing kategori yang diikutkan.

Sedangkan untuk Kota Bengkulu ada satu perwakilan, dan Bengkulu Utara satu perwakilan. Total ada enam kategori yang diikutkan dari Provinsi Bengkulu, seperti Pendampingan Kelompok Rentan, Kesehatan Masyarakat, Pemberdayaan Ekonomi Umat, Penegakan Hukum, Penguatan Moderasi Beragama, dan Anti Korupsi.

Selama berbagai edisi Penais Award digelar, ada tiga Penyuluh Agama Islam Provinsi Bengkulu, yang berhasil meriah juara Nasional diajang bergengsi tersebut, seperti Heri Putra Effendi, Elly Agustina dari Kota Bengkulu dan Dewi Sartika dari Kabupaten Kepahiang.

Lantas mengapa Kementerian Agama RI sangat mengapresiasi kinerja para Penyuluh Agama Islam, sampai digelar Penyuluh Agama Islam Award setiap tahunnya? Berikut penjelasannya dibawah ini.

Penyuluh Agama Islam memiliki peran yang sangat penting dalam membina umat, menyebarkan nilai-nilai keagamaan, serta memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat.

Mereka hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pembinaan keagamaan yang tidak hanya terbatas di masjid atau majelis taklim saja, tetapi juga menjangkau berbagai lapisan masyarakat.

Untuk mengapresiasi peran mulia ini, Kementerian Agama Republik Indonesia kemudian menghadirkan sebuah penghargaan bergengsi yang disebut Penais Award (Penyuluh Agama Islam Award).

Penghargaan ini bukan sekadar simbol pengakuan saja, melainkan juga menjadi puncak prestasi tertinggi bagi seorang Penyuluh Agama Islam.

Dengan adanya ajang ini, para penyuluh semakin termotivasi untuk meningkatkan kinerja, berinovasi dalam dakwah, serta memperluas jangkauan pengabdian mereka kepada masyarakat.

Sejarah Singkat Lahirnya Penais Award (Penyuluh Agama Islam Award)

Gagasan pemberian penghargaan bagi penyuluh agama lahir, dari keinginan untuk memberikan apresiasi yang nyata kepada mereka yang telah berdedikasi.

Kementerian Agama RI mulai merancang ajang ini pada awal 2010-an, hingga akhirnya pada tahun 2016 untuk pertama kalinya Penyuluh Agama Islam Award resmi digelar.

Tahun 2016 menjadi momentum penting, karena untuk pertama kalinya, sebab Penyuluh Agama Islam yang selama ini bekerja di akar rumput mendapatkan panggung nasional.

Dari berbagai kategori, para juara lahir dengan beragam inovasi, mulai dari metode dakwah berbasis teknologi, pemberdayaan masyarakat, hingga program moderasi beragama yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat.

Makna dan Dampak Penais Award

Lebih dari sekadar penghargaan, Penais Award menjadi ajang inspirasi. Setiap tahun, para pemenang membawa ide-ide baru yang kemudian, dapat ditiru oleh penyuluh lain di seluruh Indonesia.

Dengan demikian, ajang ini tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menjadi wadah berbagi praktik terbaik dalam dunia penyuluhan agama.

Bagi para Penyuluh Agama Islam, penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas dedikasi mereka yang sering kali dilakukan secara senyap dan jauh dari sorotan.

Dengan adanya ajang ini, masyarakat semakin mengenal, betapa besar kontribusi penyuluh agama terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara.

Selain itu, Penais Award turut mendorong lahirnya regenerasi penyuluh muda yang kreatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Dakwah yang dulunya identik dengan mimbar kini berkembang melalui media digital, pemberdayaan ekonomi, hingga advokasi sosial.

Penais Award sebagai Puncak Prestasi

Bagi seorang Penyuluh Agama Islam, meraih Penais Award bukan hanya soal penghargaan, melainkan pencapaian tertinggi dalam karier pengabdiannya.

Prestasi ini, menjadi bukti bahwa dedikasi yang diberikan selama ini mendapat pengakuan tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga negara.

Ke depan, Penais Award diharapkan semakin berkembang, menghadirkan kategori baru, serta terus memotivasi para penyuluh agar berinovasi.

Dengan demikian, Penyuluh Agama Islam akan selalu relevan, adaptif, dan inspiratif dalam membimbing umat menuju kehidupan beragama yang damai, moderat, dan harmonis.

Penais Award bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga simbol penghargaan tertinggi bagi para Penyuluh Agama Islam, yang tanpa lelah berjuang membimbing umat.

Melalui ajang ini, peran mulia mereka semakin diakui dan diwariskan untuk generasi mendatang.

Jadi Idola Baru di Indonesia

Jika kamu berhasil mewakili Provinsi mu dan menjadi juara diajang Penais Award ini, maka siap-siap saja, kamu akan mendadak jadi ‘artis ibukota’.

Sebab, para Penyuluh Agama Islam se-Indonesia akan penasaran bagaimana keseharian kamu, apa media sosial kamu dan lainnya.

Kamu akan menjadi contoh bagi mereka, kenapa seperti itu? Mereka juga ingin menjadi sepertimu, juara Nasional di Kementerian Agama.

Kalaupun kamu tidak juara, dampaknya pun juga terasa luar biasa, yang biasanya orang tidak kenal siapa kamu, yang kenal hanya jamaah binaamu saja.

Kini tiba-tiba mendadak tau, mulai dari Kanwil Kemenag, Gubernur, Walikota dan lainnya, sebab, kamu telah mewakili Provinsimu diajang bergengsi setiap tahun itu.

Untuk itu, semangat bagi para Penyuluh Agama Islam di Indonesia, jadilah contoh yang baik untuk umat, inovasi-inovasi hebat akan sangat ditunggu oleh masyarakat Indonesia.

(Achmad Fadian, S.Sos – Penyuluh Agama Islam KUA Sungai Serut)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *