Lima Cara Mensyukuri Nikmat Umur

IPARI KOTA BENGKULU – Umur adalah anugerah atau pemberian dari Allah. Umur bisa diartikan sebagai sisa waktu manusia hidup di dunia, umur merupakan anugerah Allah SWT yang patut kita syukuri dan gunakan dengan baik sesuai dengan perintah Allah.

Penyesalan pun akan dirasakan jika manusia tidak menggunakan umurnya, pada aktivitas yang baik dalam pandangan Allah SWT maupun Rasulnya dan manusia pada umumnya.

Umur yang Allah SWT berikan itu kepada kita, tidak ada satu orangpun yang mengetahui seberapa lama lagi umur kita hidup berada di dunia ini, karena hal tersebut merupakan hak Allah kepada setiap mahluk-Nya, sebagaimana firman-Nya:

Dalam QS. Al-Mulk (67) : 2, yang artinya :
Dialah Allah Yang telah menciptakan kematian dan kehidupan agar Allah menguji kalian, siapakah di antara kalian yang paling baik amalnya?”

Ada gambaran dari umur kita, sebagai umatnya Nabi Muhammad SAW yang bisa dijadikan patokan kita dalam menjalani hidup ini yaitu antara umur 60 sampai 70 tahun sebagaimana sabdanya:

Dalam HR At-Tirmidzi, yang artinya :
“Umur-umur umatku antara 60 hingga 70, dan sedikit dari mereka yang melebihi itu.”

Tentunya, setiap manusia berharap untuk mendapatkan umur yang panjang dari Allah SWT. Namun begitu, tetap saja bahwa Allah memiliki hak untuk mengatur umur hamba-Nya.

Untuk itu manusia perlu melakukan usaha, atau ikhtiar agar mendapatkan umur yang panjang dengan banyak berdoa dan hidup sehat. Orang yang banyak amal baik dan panjang umurnya adalah orang yang sangat baik dalam pandangan Rasul sebagaimana sabdanya:

Dalam HR At-Tirmidzi, yang artinya :
“Wahai Rasulullah, siapakah sebaik-baik manusia? Beliau menjawab: Orang yang panjang umurnya dan baik amalannya.

Selanjutnya, bagaimana kita mensyukuri atas pemberian umur kita hingga saat ini, Rabiul Akhir ini ?

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk syukur, di antaranya adalah:

Pertama, beribadah dengan baik dan benar

Allah berfirman dalam QS. Az-Zumar : 66, yang artinya :
“Beribadahlah hanya kepada Allah dan jadilah hamba yang bersyukur.”

Kedua, selalu mengkonsumsi makanan yang baik dan halal

Dalam QS. Al-Baqarah/2 : 157, yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”

Ketiga, banyak menyebut Allah dan nikmat-Nya

Menyebut-nyebut nikmat yang didapatkan dari Allah juga merupakan bentuk syukur kepada-Nya. Allah berfirman:
Dalam QS. Ad-Duha ayat 8, yang artinya :
“Dan terhadap nikmat Rabbmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).”

Keempat, mencari karunia Allah pada waktu yang baik dan benar

Usaha maksimal yang dilakukan manusia, dalam mencari karunia ternyata juga dinilai sebagai sikap syukur kepada Allah atas pemberian nikanya tersmsuk nikmat umur.

Allah berfirman: Dalam QS. Al-Qashash : 73, yang artinya :
“Dan karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya.”

Kelima, bekerja dengan baik

Sebagai bentuk mensyukuri nikmat umur yang telah diterima manusia, maka bekerjalah dan bebuatlah dengan baik dan maksimal untuk kebaikan diri sendiri maupun masyarakat lain.

Bekerja untuk mendapatkan hasil yang bisa dijadikan bekal dalam menjalani kehidupan sehingga bisa beribadah dan menikmati kehidupan yang diberikan Allah.
Allah berfirman dalam QS. Saba : 13, yang artinya :
“Bekerjalah, hai keluarga Daud, untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.”

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *