IPARI KOTA BENGKULU – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kampung Melayu, Al Jihad, S.H.I, MH, menjelaskan ada 7 golongan manusia yang mendapatkan naungan dari Allah SWT.
Yang pertama dipaparkan Al Jihad,
إِمَامٌ عَدْلٌ
Artinya, “imam yang adil”
Dalam penjelasannya, ada pemimpin yang adil. Pemimpin yang adil adalah sosok yang memimpin dengan keadilan, mengedepankan kepentingan umum, dan menjalankan tugas kepemimpinannya dengan integritas tinggi. Di tengah banyaknya korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, pemimpin yang adil sangatlah langka dan berharga.
Lalu yang kedua,
شَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ اللَّهِ
Artinya, “Kedua, terdapat seorang pemuda yang menyibukkan dirinya dengan ‘ibadah kepada Rab-nya.”
Yang ketiga, dijelaskan lebih jauh oleh Al Jihad,
رَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ
Artinya, “Ada seorang laki-laki yang hatinya terpaut dengan masjid.”
“Jadi penjelasannya, ada seorang laki-laki ini memiliki hubungan yang kuat dengan masjid, sebagai tempat ibadah dan tempat untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dia hadir di masjid tidak hanya untuk shalat, tetapi juga untuk mengikuti kegiatan keagamaan dan meningkatkan pemahaman agamanya,” ujar Al Jihad.
Yang keempat, golongan manusia yang mendapat naungan dari Allah SWT,
رَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ
Artinya, “Golongan keempat adalah dua orang laki-laki yang saling mencintai karena Allah SWT.”
Penjelasannya, mereka memiliki ikatan persaudaraan yang kuat, berdasarkan cinta mereka kepada Allah SW. Pertemuan dan hubungan mereka terjalin karena Allah, dan ketika harus berpisah, juga karena Allah. Cinta mereka saling menguatkan dan tidak tergoyahkan oleh kepentingan dunia.
Kelima, dijelaskan lebih jauh oleh Al Jihad,
رَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ
Artinya, “Kemudian, ada seorang laki-laki yang menghadapi godaan maksiat dari seorang wanita kaya dan cantik, tetapi dia tetap bertahan dengan mengatakan, “Aku takut kepada Allah.”
Selanjutnya, keenam manusia yang mendapat naungan dari Allah SWT,
رَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ
“Golongan keenam adalah orang yang bersedekah dengan menyembunyikannya, hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfaqkan oleh tangan kanannya.”
Yang terakhir ketujuh, Al Jihad menjelaskan,
رَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
Artinya, “Terakhir, terdapat seorang laki-laki yang mengasingkan diri sendirian dan berdzikir kepada Allah hingga kedua matanya basah karena menangis.”
“Dalam penjelasannya, kedalaman hubungannya dengan Allah membuatnya mencurahkan hatinya dalam berdzikir dan memohon ampunan-Nya,” tutupnya.