IPARI KOTA BENGKULU – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Selebar, Mursyidah HS, S. H. I menjelaskan, 6 amalan yang dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW selama bulan Dzulhijjah, nomor 4 dijamin dapat pahala berlimpah.
Musyidah menuturkan, Dzulhijjah merupakan salah satu bulan yang mulia. Bulan ini termasuk salah satu dari bulan haram (asyhurul hurum) atau bulan mulia. Maka Amalan-amalan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah, disebut lebih baik dari pada jihad fi sabilillah, hal tersebut sesuai dengan dalil yang disampaikan Ibnu Abbas RA.
عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: مامن أيام العمل الصالح فيها أحب الى الله عزوجل منه فى هذه الأيام يعنى ايام العشر, قالوا ولاالجهاد فى سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد فى سبيل الله, الا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء
“Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, “Tidak ada hari di mana amal saleh di dalamnya sangat dicintai Allah melebihi 10 hari pertama Dzulhijjah. Para sahabat lantas bertanya, “Apakah amal itu dapat membandingi pahala jihad fi sabilillah?” Rasulullah menjawab, “Bahkan amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik dari pada jihad fi sabilillah kecuali jihadnya seorang lelaki yang mengorbankan dirinya, hartanya, dan dia kembali tanpa membawa semua itu (juga nyawanya) sehingga dia mati sahid. Tentu yang demikian itu (mati sahid) lebih baik.”
“Untuk itu, ada beberapa amalan yang bisa kita lakukan di bulan Dzulhijjah ini, jangan sampai kita lalai dan tidak mengamalkannya,” ujar Mursyidah.
Mursyidah memaparkan beberapa amalan yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW pada bulan Dzulhijjah.
1. Berpuasa
pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan ibadah puasa., dengan rincian dari tanggal 1 sampai 7 Dzulhijjah disebut sebagai puasa Dzulhijjah.
Sedangkan tanggal 8 Dzulhijjah disebut sebagai puasa Tarwiyah dan pada 9 Dzulhijjah, disebut dengan Puasa Arafah. Tetapi, jika berpuasa selama hari ke-1 hingga ke-8 terasa berat, dianjurkan untuk melaksanakan puasa hari Arafah-nya saja yaitu tanggal 9.
“Pahala berpuasa ini memiliki pahala yang tidak main-main, yaitu menghapus dosa dua tahun,” jelasnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah yang artinya:
“Puasa Asyura dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu, dan puasa Arafah itu dapat menghapuskan dosa selama dua tahun, setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. An Nasaa’i)
2. Berqurban
Ibadah qurban dilaksanakan oleh umat muslim setiap tanggal 10 Dzulhijjah. Pelaksanaan ibadah qurban mengingatkan umat muslim pada ketaatan Nabi Ibrahim AS, dan putranya Nabi Ismail AS terhadap perintah Allah SWT. Dan juga telah ditegaskan oleh Allah swt dalam Al Quran di antaranya:
فَصَلّ لِرَبِّكَ وَٱنْحَرْ
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.” (QS Al Kautsar ayat 2).
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِّيَذْكُرُوا اسْمَ اللّٰهِ عَلٰى مَا رَزَقَهُمْ مِّنْۢ بَهِيْمَةِ الْاَنْعَامِۗ فَاِلٰهُككُمْ اِلٰهٌ وَّاحِدٌ فَلَهٗٓ اَسْلِمُوْاۗ وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِيْنَ ۙ
“Dan bagi setiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban), agar mereka menyebut nama Allah atas rezeki yang dikaruniakan Allah kepada mereka berupa hewan ternak. Maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya. Dan sampaikanlah (Muhammad) kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah).” (QS Al Hajj ayat 36).
3. Ibadah haji
Haji menjadi amalan wajib yang dapat dilakukan oleh umat Islam yang mampu secara fisik, finansia, dan spiritual. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Hajj: 27-28, yang artinya:
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang
ternak.”
4. Memperbanyak Sedekah, Amal Saleh dan zikir
Sebagaimana hadis Rasulullah yang sudah disebutkan sebelumnya, Rasullulah SAW bersabda bahwa pada bulan Dzulhijjah pahala amalnya tidak pernah berkurang, maka sangat sayang jika kita tidak memperbanyak kebaikan dan amal saleh.
“Diantara hari-hari tidak ada hari yang lebih agung menurut Allah dan tidak ada hari yang paling dicintainya. dari pada hari sepuluh (sepuluh hari awal dzulhijjah), pada hari itu perbanyaklah membaca tasbih, tahmid, tahlil dan takbir”. (HR. Ath-Thobaroni).
“Untuk nomor 4 ini, mari kita meningkatkan lagi untuk memperbanyak sedekah, amal shaleh dan zikir, sebab, pahala yang didapat itu berlimpat ganda,” tuturnya.
5. Melaksanakan Salat Idul Adha
Salat ied adalah ibadah sunnah yang dilakukan satu tahun sekali ketika hari raya Idul Adha. Untuk itu, sebaiknya kita tidak melewatkan salat Idul Adha dan mendengarkan khutbah sampai selesai.
6. Menyembelih Hewan Kurban
Sebagai umat Islam, kita dianjurkan untuk menyembelih hewan kurban. Waktu penyembelihan ini dilakukan setelah melaksanakan salat Idul Adha hingga hari Tasyrik.
Dengan memyembelih hewan kurban, maka ibadah menjadi sempurna, sebagaimana sabda Rasulullah SAW yang artinya:
“Barangsiapa menyembelih (hewan kurban) setelah shalat (ied) maka ibadah kurbannya telah sempurna dan dia telah melaksanakan sunnah kaum Muslimin dengan tepat.” (HR. Bukhari) [No. 5545 Fathul Bari] Shahih.
“Mari di bulan Dzulhijjah ini, kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah SWT, perbanyaklah ibadah, jika mampu naik haji atau berqurban,” tutupnya.