Kakan Kemenag Nopian : Pentingnya ASN Pahami Nilai-Nilai Dasar SDM Kementerian Agama

News525 Dilihat

IPARI KOTA BENGKULU – Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I, M.Pd.I menekankan pentingnya para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungkan Kemenag Kota, untuk memahami nilai-nilai dasar Sumber Daya Manusia (SDM).

Hal ini disampaikan oleh Kakan Kemenag Kota, Dr. Nopian saat menjadi pemateri bagi para peserta Pelatihan Balai Diklat Keagaman Widiaswara Palembang, bertempat di Aula MAN 1 Kota Bengkulu.

Disampaikan oleh Dr. H. Nopian Gustari, S.Pd.I, M.Pd.I selaku kepala Kemenag Kota Bengkulu.

Dijelaskannya, bahwa Kementerian Agama lahir sebagai jembatan antara konsep negara agama dengan negara sekuler, sebab, melalui Kementerian Agama, negara memberikan pelayanan kepada seluruh umat beragama.

“Bagi para ASN disini, jangan sampai tidak tau, lahirnya Kementerian Agama itu ditanggal 3 Januari 1946,” ujar Dr. Nopian dalam materinya, Kamis (15/5/2025).

Selain itu, Dr. Nopian juga memaparkan makna lambang Ikhlas Beramal yang menjadi icon dari Kementerian Agama, jika ditelusuri secara etimologis artinya murni atau bersih, jika secara terminologis, mengerjakan sesuatu secara murni atau bersih (tulus dan tanpa pamrih) yang ditujukan, hanya untuk mendapatkan ridha Allah SWT.

Ikhlas beramal, lebih jauh dipaparkan Dr. Nopian, bahwa tidak berarti menolak upah atau bayaran asalkan upah atau bayaran tersebut menjadi haknya, sesuai peraturan, serta tidak menjadi orientasi utama.

“Disamping ikhlas berarti bekerja dengan sebaik mungkin tanpa, menuntut hak diluar ketentuan,” paparnya.

Selain itu, mantan Kakan Kemenag Bengkulu Utara itu juga menjelaskan, terkait SDM Kementerian Agama saat ini mencapai 1.880.420 orang, yang terdiri dari Pendidik dan Pengawas, PNS Struktural dan Fungsional Non Pendidik, Penghulu, Penyuluh, Pembimas, dan PPPK, PN-PASN dan Masyarakat.

“Kementerian Agama saat ini juga sedang gencarkan memberikan kompetensi kepada para ASN, di seluruh Indonesia, untuk dampaknya akan terasa dilingkungan kerja yang mendukung produktifitas, menjadikan kinerja ASN yang efektif,” tuturnya.

Dalam mendukung Asta Protas dari Kementerian Agama RI tahun 2025-2029 Kemenag Berdampak, Dr. Nopian menjelaskan, ada delapan hal yang menjadi prioritas saat ini, pertama, meningkatkan kerukunan dan cinta kemanusiaan, kedua, penguatan ekoteologi, ketiga, layanan keagamaan berdampak, keempat, mewujudkan pendidikan unggul, ramah, dan terintegrasi, kelima, pemberdayaan pesantren, keenam, pemberdayaan ekonomi umat, ketujuh, sukses haji dan delapan, digitalisasi tata kelola.

“Kita yang berada dalam keluarga besar Kementerian Agama, harus ambil peran dalam mensukseskan Program Asta Protas ini, bagaimana caranya, sesuai dengan kompetensi dan keahlian yang kita miliki, masing-masing individu,” terangnya.

Dr. Nopian juga menjelaskan terkait nilai-nilai dasar ASN, dengan jargonnya Berakhlak, Berorientasi pelayanan dalam artian berkomitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan masyarakat, Akuntabel artinya, bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan, Kompeten artinya, terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, Harmonis artinya, saling peduli dan menghargai perbedaan, Loyal artinya, berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, Adaptif artinya, terus berinovasi dan antusias dalam menggerakan atau menghadapi perubahan, dan Kolaboratif artinya, membangun kerja sama yang sinergis.

Untuk lima budaya kerja sesuai dengan Keputusan Menteri Agama RI nomor 39 tahun 2015 dan Tentang Rencana Strategis Kementerian Agama Tahun 2015 – 2019, Dr. Nopian menjelaskan, yang pertama, Integritas, keselarasan antara hati, pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik dan benar.

Kedua, Profesionalitas, bekerja secara disiplin, kompeten, dan tepat waktu dengan hasil terbaik. Ketiga, Inovasi, menyempurnakan yang sudah ada dan mengkreasi hal baru yang lebih baik. Keempat, Tanggung Jawab, bekerja secara tuntas dan konsekuen. Kelima, Keteladanan, menjadi contoh yang baik bagi orang lain.

“Kita di Kementerian Agama ini, punya kode etik pegawai yang harus dipatuhi, pertama, menjunjung tinggi kesatuan dan persatuan bangsa, kedua, mengutamakan pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat, ketiga, bekerja dengan jujur, adil dan amanah, keempat, melaksanakan tugas dengan displin, profesional dan inovatif, kelima, setia kawan dan bertanggungjawab atas kesejahteraan Korps,” jelasnya.

Untuk diketahui, yang mengikuti Pelatihan Balai Diklat Keagamaan Widiaiswara Palembang ini, sebanyak 110 orang peserta. Baik dari peserta pelatihan Manajemen Zakat, maupun pelatihan lainnya.

Pelatihan melalui daring dan luring. 4 hari daring, dan 3 hari luring. Saat ini hari pertama luring di MAN 1 Kota Bengkulu. Yang akan berakhir pada Sabtu, 17 Mei 2025 mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *