IPARI KOTA BENGKULU – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, pada saat ini, sebagaimana kita ketahui bersama adalah musim pemberangkatan ibadah haji ke tanah suci di Tahun 1446 H/2025 M ini.
Berbahagialah diri kita melihat saudara-saudara kita yang diberikan Allah kesempatan untuk berangkat ke tanah suci. Tergerakkah hati kita untuk berniat pergi kesana atau mengulang kembali bagi yang sudah pernah haji, bergetarlah jiwa kita dengan berharap agar Allah memanggil kita untuk memenuhi panggilan haji.
Sebagaimana indahnya dan tenangnya batin kita ketika kita melantunkan talbiyah:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيكَ لَكَ
Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Aku datang memenuhi panggilan-Mu. Segala puji, nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.”
Sehingga banyak orang berpikir bahwa cukup mendaftar haji itu asalkan sudah daftar haji ya pasti akan berangkat, dan itu cukup.
Namun yang banyak kita saksikan adalah mereka yang sudah lama terdaftar haji, justru tidak tersentuh hatinya untuk mempersiapkan diri secara serius.
Inilah sebenarnya yang membuktikan bahwa panggilan haji adalah panggilan Ilahi, panggilan suci yang merupakan panggilan spesial kepada umat Islam untuk menunaikan ibadah haji.
Padahal identitas paripurna umat Islam adalah ketika seseorang telah Allah SWT berikan kesempatan untuk menunaikan ibadah haji di tanah suci. Kenapa panggilan haji itu bisa dikatakan spesial karena di antaranya seperti termaktub dalam Al-Qur’an surat Ali Imran:
إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَالَمِينَ
Artinya: “Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia adalah (Baitullah) yang (berada) di Bakkah (Makkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.” (QS. Ali Imran 96).
Begitu juga perintah untuk ibadah haji juga diawali dengan kata wallillahi (hanya karena Allah):
وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Artinya: “…(Di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, (yaitu bagi) orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari (kewajiban itu), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu pun) dari seluruh alam.” (QS. Ali Imran: 97)
Musim haji tahun ini juga menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Bengkulu, khususnya Kota Bengkulu.
Tercatat sebanyak 389 jamaah haji asal Kota Bengkulu berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci. Ini bukan hanya angka, tetapi cerminan dari harapan, perjuangan, dan kerinduan yang dalam terhadap Baitullah.
Ada kedekatan emosional yang begitu kuat, antara masyarakat Bengkulu dengan ibadah haji. Sehingga tak jarang suasana haru menyelimuti saat prosesi pelepasan jamaah di asrama haji.
Peran Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) dalam menyiapkan calon jamaah haji juga sangat penting. Mereka tidak hanya membimbing manasik secara teknis, tetapi juga menanamkan nilai-nilai spiritual dan kesiapan mental.
Namun, menjadi catatan penting bagi kita semua agar ke depan, proses pembimbingan oleh KBIH dapat lebih ditingkatkan kualitas dan kedalamannya. Hal ini agar setiap jamaah betul-betul memahami makna dan tata cara ibadah haji, sehingga tidak hanya sekadar memenuhi syarat fisik, tapi juga siap secara ruhani.
Semoga dzuuyufurrahman yang saat ini sedang berangkat memenuhi panggilan ilahi Robbi panggilan spesial untuk haji ke tanah suci, jangan dikotori dengan hal-hal yang tidak spesial. Semoga mendapatkan haji yang mabrur akan dikenang Allah di masa depan. Amin ya mujiibas sailiin.
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Penulis : Hj. Hendra Selfie, MH
(Penyuluh Agama Fungsional, Ahli Madya pada KUA Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu
semoga kami mendapatkan panggilan spesial