Launching Website dan Medsos IPARI, Kakan Kemenag : Ini Satu-Satunya di Provinsi Bengkulu

News598 Dilihat

IPARI KOTA BENGKULU – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bengkulu, Dr. Nopian Gustari, S.Pd.I, M.Pd.I secara resmi melaunching Platform Digital seperti Website dan Sosmed (Media Sosial) dari Tim Media IPARI yang merupakan nauangan Pimpinan Daerah (PD) IPARI Kota Bengkulu, bertempat di Aula PLHUT, Rabu (30/4/2025).

Dalam sambutannya, Kakan Kemenag, Nopian turut bangga dan senang dengan hadirnya platform digital dari Tim Media IPARI ini.

Menurutnya, ini menjadi bagian penting bagi keluarga besar Kementerian Agama sebab, akan memberikan warna dengan begitu terang, disamping, dengan adanya platform digital seperti hadirnya website, Facebook, Instagram, TikTok, Twitter dan YouTube dapat menjadi wadah bagi para Penyuluh Agama dalam membuat konten-konten agama dengan jangkauan yang lebih luas nantinya.

Terlebih lagi, kecanggihan teknologi bikin masyarakat jadi mager dalam artian malas gerak, sehingga, masyarakat sudah malas untuk datang ke Majelis Taklim, Tablig-Tablig keagamaan, terkadang juga, kata Kakan Kemenag, terbentur dengan acara lain yang tidak bisa ditinggalkan.

“Namun dari jawaban semua itu, bisa kita gunakan dakwah yang lebih efektif dengan media sosial, hadirnya platform digital dari IPARI, para penyuluh agama diharapkan dapat berkontribusi secara maksimal, baik itu, video dakwah, artikel, flayer dan lainnya,” ujar Kakan Kemenag Kota, Dr. Nopian dalam sambutannya.

Selain itu, Kakan Kemenag, Nopian turut merasa bangga akan hadirnya platform digital ini, karena ini merupakan satu-satunya yang ada di Provinsi Bengkulu, yang memiliki media IPARI adalah IPARI Kemenag Kota Bengkulu.

 

“Dengan terobosan baru dari rekan-rekan IPARI ini, tentunya akan memberikan warna tersendiri nantinya,” tuturnya.

Disamping Kakan Kemenag, juga membenarkan bahwa Website Kementerian Agama dengan Website IPARI yang merupakan bagian organisasi, itu berbeda. Untuk itu, pihaknya menekankan konten yang dihasilkan harus berbeda.

“Kita harapkan, hasil konten dari Media IPARI, baik itu artikel, video dan lainnya harus bersifat edukasi tentang semua agama,” jelasnya.

Sebab, Kakan Kemenag tidak ingin Platform Digital IPARI ini hasil kontennya banyak dari Agama Islam saja, tapi diharapkan, para Penyuluh Agama lainnya seperti Hindu, Kristen, Khatolik, Budha dan lainnya harus berkontribusi mengisi konten tersebut nantinya.

“Di dalam media IPARI, akan menjadi suatu rumah besar yang menggabungkan antara dakwah Masjid, Gereja, Pura, Pihara dimana mau mendengar atau membaca semua itu? Jawabannya di Media IPARI Kemenag Kota Bengkulu,” terangnya.

Menurutnya dengan hadirnya Webiste dan Media Sosial IPARI, Jadi, masyarakat tidak perlu pusing lagi, seperti kalau masyarakat muslim mau mencari naskah Khutbah Jumat, hal yang sama, juga agama lain, kalau mau mendengar khutbah para pastur harus ke Gereja begitu juga agama lainnya, ketempat ibadah masing-masing, semua itu nantinya akan tersaji di Platform IPARI Kota Bengkulu.

“Mari seluruh Penyuluh Agama di Kota Bengkulu kita bangun media IPARI ini dengan semaksimal mungkin, hasilkan lah konten-konten yang berkualitas disajikan ke masyarakat di seluruh Indonesia,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar