Ajak Penyuluh Agama Berperan Aktif di Website dan Sosmed, Sukran : Kalau Bukan Kita Siapa Lagi

News385 Dilihat

IPARI KOTA BENGKULU – Ketua Pimpinan Daerah (PD) IPARI Kota Bengkulu, Sukran Jayadi, S.Sos.I, M.Pd.I mengajak seluruh Penyuluh Agama untuk berperan aktif menghasilkan konten agama yang berkualitas, nantinya akan ditampilkan di Website dan Media Sosial IPARI Kota.

Apalagi, setelah keluar Keputusan Direktur Jenderal (Kepdirjen) Nomor 1172 Tahun 2024 yang mewajibkan Penyuluh Agama Islam (PAI) aktif di media sosial, tentunya Penyuluh Agama dituntut agar menghasilkan konten-konten dakwah.

“Untuk itulah, Website dan Media Sosial dari IPARI hadir, agar para Penyuluh Agama bisa berkontribusi menghasilkan konten dakwah yang bisa menjangkau semua kalangan,” ujar Sukran Jayadi dalam sambutannya usai membacakan SK Kepengurusan Tim Media IPARI Kota Bengkulu, Rabu (30/4/2025).

Dengan adanya Keputusan Direktur Jenderal (Kapditjen) Nomor 1172 Tahun 2024 ini, Sukran Jayadi berharap, peran aktif Penyuluh Agama di Sosial Media lebih digiatkan lagi, jika tidak bisa membuat konten, nanti bisa belajar dengan Tim Media IPARI nantinya.

“Jangan ada alasan, saya tidak bisa, gaptek (gagap teknologi) dan alasan lainnya, asalkan ada niat mau bikin konten dakwah pasti ada jalannya, untuk itulah, hadir Tim Media IPARI bisa memfasilitas para Penyuluh Agama ini,” tegasnya.

Selain dituntut untuk membuat konten dakwah di Sosial Media, hasil konten tersebut ternyata juga berkaitan dengan bukti fisik dalam pengisian Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) untuk Penyuluh Agama, baik itu jenjang Muda, Madya dan Utama.

“Kita harapkan betul, semua Penyuluh Agama baik Islam, Kristen, Khatolik, Budha dan Hindu dapat berkontribusi secara maksimal, jangan sampai, setelah di launching Website dan Sosial Media IPARI malah tidak dimanfaatkan nantinya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Tim Media IPARI, H. Evan Trijasa, M.I.Kom menjelaskan, bahwa hadirnya media IPARI ini untuk memfasilitasi semua Penyuluh Agama untuk menyebarkan dan membuat konten dakwah, yang bisa dijangkau oleh semua kalangan.

Sembari, dengan hadirnya Media IPARI bisa mengorbitkan ustadz dan ustadzah baru dari Kementerian Agama Kota Bengkulu nantinya.

Menurut Evan, media sosial saat ini menjadi wadah referensi dan mendapat informasi masyarakat saat ini. Baik itu, anak-anak, muda dan tua, mereka mencari informasi itu melalui media sosial.

“Itulah alasan kenapa Kementerian Agama ingin penyuluh agama aktif di sosial media, agar menjembatani informasi yang beredar, sembari memberikan edukasi dengan konten dakwah yang berkualitas dan terpercaya,” tutur Evan Trisaja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *