Khutbah Idul Fitri: Kemenangan dan Keberkahan Bulan Ramadhan Menyenangkan Dan Menenangkan Umat

Khutbah Jumat236 Dilihat

Oleh : Syukran Jayadi, S.Sos.I, M.Pd.I

(Khatib adalah Penyuluh Agama Islam Fungsional Ahli Madya / Ketua PD IPARI dan Ketua POKJALUH Kota Bengkulu)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ.

اللهُ اَكْبَرُ  كَبِيْرً ا, وَ الْحَمْدُللهِ كَثِيرًا, وَسُبحَانَ اللهِ بُكْرَةَ وَاَصِيْلاً. لاَاِلَهَ اِلاَّاللهُ .اللهُ اكْبَر وَللهِ الْحَمْدُ.

الْحَمْدُللهِ الَّذِى أرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِيْن الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونْ. أشْهَدُ أنْ لآاِلَهَ اِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيكَ لَهُ. وَأشْهَدُأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَأصْحَابِهِ أجْمَعِين.أمَّا بَعـدُ. فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ وَتَمْجِيْدٍ، فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ فِيْهِ وَعَظِّمُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ.

الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر   ولله  الحمد

        Jamaah sholat idul fitri yang berbahagia.

Alhamdulillah Puji dan Syukur kita ucapkan kehadirat Allah SWT, karena pada hari yang mulia ini, kita masih diberikan limpahan nikmat berupa keimanan dan kesehatan serta bisa merayakan Hari Raya Idul Fitri 1446 H dengan riang dan gembira.

Sholawat beserta salam kita sampaikan kepada nabi besar Muhammad SAW, Semoga kita menjadi umat beliau yang selalu menjalankan sunnahnya dan mendapatkan syafa’atnya di yaumil akhir nanti. Amin ya Rabbal Alamin.

Adapun judul khutbah idul fitri pada pagi ini adalah Kemenagangan dan Keberkahan Bulan Ramadhan Menenangkan dan Menyenangkan Umat

الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر   ولله  الحمد

Pada hari ini tanggal 1 Syawal 1446 H umat Islam di seluruh penjuru dunia dan nusantara terkhus di Kota Bengkulu yang kita cintai. Sejak tadi malam kita senantiasa mengumandangkan kalimat Takbir, Tahlil dan Tahmid, membesarkan lafadz asma Allah, dengan riang gembira dan berbahagia karena telah berhasil meraih kemenangan setelah menunaikan kewajiban ibadah di bulan Ramadhan 1446 H.

Ramadhan tahun ini benar-benar telah menenangkan suasana negeri sebagai efek dari syiar bulan ramadhan yang telah kita kerjakan dan menyenangkan setiap hati dan sanubari umat Islam dari pengaktualisasian amaliah ramadhan. Untuk mempertahankan kemenangan dan ketenangan yang telah kita raih, mari kita simak firman Allah dalam QS. at-Taubah ayat 20 yang artinya : “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.”

Jamaah Sholat idul fitri yang berbahagia.

Bulan ramadhan sejatinya adalah ruang dan waktu yang diberikan Allah SWT untuk kita semua dalam rangka memperbaiki, mengharmonisasi, menormalisasi hubungan kita kepada Allah SWT dan juga hubungan kita sesama manusia.

Sekarang alhamdulillah bulan puasa yang penuh ujian, hari-hari yang penuh godaan, lapar dan dahaga telah kita lalui. Kemenangan yang hakiki dengan gelar sebagai hambah yang muttaqin insyaallah telah kita dapati, hal sesuai dengan tujuan dari ibadah puasa itu sendiri. Sebagaimana firman Allah SWT :

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”( QS. al-Baqarah : 183)

Jamaah sekalian, mari kita ucapkan wada’an ya ramadhan selamat tinggal bulan ramadhan 1446 H. Semoga kita masih diberikan kesempatan untuk hidup di muka  bumi yang fana ini. Jika tidak, maka berarti ramadhan yang telah kita akhiri  ini  merupakan ramadhan terakhir sepanjang hayat kita. Pada hari kemenangan ini tak ada kata yang lebih indah, suci dan mulia yang patut kita ucapkan melaikan  “Minal Aidin Wal Faa Izin”, Semoga kita semua termasuk  orang yang kembali”, dan semoga kita termasuk orang yang meraih kemenangan”.

Hari ini Insya Allah kita kembali berada pada posisi fitrah, suci bersih tanpa dosa, yang oleh Rasulullah diibaratkan Kayaumi Waladathu Ummuhuyaitu laksana ia baru dilahirkan oleh ibunya atau bagaikan kertas putih bersih tak bernoda karena hari ini adalah Yaumul Faizin yaitu hari dimana kita meraih kemenangan atas berhasilnya kita mensucikan jiwa selama bulan ramadhan 1446 H.

الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر   ولله  الحمد

          Menjelang hari raya idul fitri, terdapat ibadah penyempurna puasa, yaitu berupa zakat fitrah. Hal ini kita tunaikan di samping adanya makna solidaritas yang terkandung di dalamnya, juga berfungsi untuk member-sihkan orang yang berpuasa dari sikap khilaf yang acap kali tidak bisa menahan diri dari sikap saling memfitnah, mencaci, mengumpat atau mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas dan propokatif, bahkan tidak mampu mengendalikan jemari kita untuk mem-posting status di media sosial yang bisa menyakiti perasaan orang lain, serta menahan diri untuk menyebar berita hoax dan ujaran kebencian. Melalui didikan puasa yang baru saja kita lakukan mari kita rajut kebersamaan dan persaudaraan, sebaimana firman Allah SWT. :

فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ

Terjemahan Kemenag 2019

  1. Dalam hati mereka ada penyakit,6) lalu Allah menambah penyakitnya dan mereka mendapat azab yang sangat pedih karena mereka selalu berdusta.

6) Penyakit hati yang dimaksud adalah keraguan tentang kebenaran agama Islam, kemunafikan, atau kebencian terhadap kenabian Rasulullah saw.

اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ اِخْوَةٌ فَاَصْلِحُوْا بَيْنَ اَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللّٰهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ ࣖ

 “Sesungguhnya, orang-orang beriman itu bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (Q.S. Al-Hujurat: 10)

Hadirin Jama’ah sholat idul fitri rahimakumullah.

الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر   ولله  الحمد

          Selanjutnya untuk menyempurnakan ketaqwaan kita adalah dengan saling maaf-memaafkan, mari kita kunjungi orang tua, keluarga, jiran tetangga, sahabat dan handai tolan untuk meminta maaf dan memberi maaf. Saling ma’af-mema’afkan menjadi penting karena ketika kita melakukan kesalahan terhadap sesama manusia, Allah akan mengampuninya jika kita sesama sudah saling memaafkan. Terutama kepada kedua orang tua, mari kita sambut kedua tangan ibu-bapak kita, seraya kita bersimpuh dihadapannya mohon maaf lahir dan bathin atas semua kesalahan  yang pernah kita lakukan selama ini terhadap mereka. Ingatlah sabda Rasulullah Saw:

رضا الله فى رض الوا لدين وسخط الله فى سخط الوالدين

“Ridha Allah tergantung ridhanya kedua ibu-bapak dan murka Allah tergantung kepada murkanya orang tua.” (HR. Imam at-Tirmizi)

        Apabila kondisi kita belum memungkikan untuk berseliturrahim secara langsung kepada kedua orang tua dan sanak famili, dikarenakan faktor pekerjaan yang benar-benar tidak bisa kita tinggalkan atau karena kondisi lain yang menyebabkan belum bisa mudik atau pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga tercinta, maka banyak media komunilkasi yang dapat kita gunakan untuk tetap menjaga hubungan silaturrahim.

Begitu juga, jika kedua orang tua kita atau salah satunya telah tiada, dan rasa rindu kepada kedunya begitu mendalam, maka sebagai wujud bakti sebagai anak yang sholeh dan sholehah adalah dengan kita berdo’a memohon ampunan dan rahmatnya Allah Swt untuk keduanya.

          Sebagai suami atau pun istri, kita juga harus saling memaafkan, termasuk sama jiran tetangga, sahabat dan handai tolan. Mari kita hilangkan rasa dendam diantara kita dan saling memaafkan atas kesalahan. Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an Surah an-Nur ayat 22 : Wal Ya’fuu wal Yash fahuu (Dan hendaklah mereka saling memaafkan dan berlapang dada) dan begitu juga dalam Surah Ali Imran ayat 134 yang merupakan ciri orang yang bertaqwa itu adalah: Wal ‘aafiina ‘aninnaas (Orang-orang yang memaafkan kesalahan orang lain). Rasulullah Saw. bersabda yang artinya : “Dari Al Barra` bin ‘Azib ra berkata, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidaklah dua orang muslim yang bertemu kemudian saling berjabat tangan, kecuali dosa keduanya akan diampuni sebelum berpisah”. (HR. Tirmidz).

Kaum muslimin dan muslimat jamaah sholat idul fitri yang berbahagia.

  1. Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) mengingatkan kita bahwa “Idul fitri adalah saat yang tepat untuk merenung dan introspeksi diri. Sebuah momen untuk memperbaiki hubungan kita dengan Allah, keluarga dan sesama. Mari kita jadikan idul fitri sebagai awal yang baru untuk memperbaiki kekurangan diri dan memperkuat iman dan taqwa kita.

Amalan yang telah kita biasakan di bulan ramadhan 1446 H, hendaknya di bulan Syawal yang mulia ini, kita tetap istiqomah dan tidak meninggalkan kebiasaan tersebut. Nilai-nilai ramadhan hendaknya tetap ada dalam bulan Syawal dan semakin mengalami peningkatan, bukan justru semakin menipis lalu hilang dengan seketika tanpa bekas.

Mari kita jaga nafsu muth’mainnah dalam diri kita, yaitu nafsu terbaik yang sangat diridhai oleh Allah SWT. Karena orang yang sudah mempunyai nafsu ini dia akan selalu membersihkan hati, mensucikan jiwa, menerbarkan kedamaian, ketenangan dan keselamatan di muka bumi ini. Dan Inya Allah kita akan menjadi orang-orang yang dipanggil Allah SWT, seperti yang dijelaskan dalam Al-Qur’an surat al-Fajr ayat 27-30 yang artinya :

“Wahai jiwa yang tenang Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi  diridhai-Nya, Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.”

الله اكبر  الله اكبر  الله اكبر   ولله  الحمد

Kaum muslimin dan muslimat jamaah sholat idul fitri yang budiman.

Demikian khutbah yang dapat khatib sampaikan pada kesempatan ini. Akhirnya saya selaku khatib, mengucapkan selamat hari raya Idhul Fitri 1446 H,  Mohon maaf lahir dan batin. Minal ‘Aidiin wal Faiizin, Taqabbalallahu minna waminkum, siyamana wasiyamakum taqabbal yakarim. Semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT. Amin ya Rabal Alamin.

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *