Hikmah di Balik Takdir Keburukan

(Oleh : Ust. Heri Putra Efendi, S.Sos.I
Penyuluh KUA Ratu Samban Kota Bengkulu)

IPARI KOTA BENGKULU – Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang Maha Bijaksana, yang menetapkan segala sesuatu dengan penuh hikmah.

Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, suri teladan yang paling sabar menghadapi ujian hidup.

Saudaraku yang dirahmati Allah,
seringkali kita bertanya dalam hati, “Mengapa Allah menakdirkan keburukan? Mengapa ada musibah, kesulitan, atau dosa di dunia ini?” Padahal Allah adalah Maha Baik, Maha Pengasih, lagi Maha Penyayang.

Namun, di balik semua itu sesungguhnya tersimpan hikmah besar yang mengajarkan kita arti kehidupan dan kedekatan kepada-Nya.

Mari kita renungi lima alasan mengapa Allah SWT menakdirkan sesuatu yang tidak menyenangkan itu atau kita anggap sesuatu keburukan atau kejelekan pada diri diri kita.

1. Agar kebaikan dapat dikenal

Tidak akan ada rasa manis tanpa rasa pahit, tidak akan ada terang tanpa gelap.
Demikian pula, tidak akan ada makna kebaikan tanpa adanya keburukan.

Allah berfirman:

وَخَلَقْنَاكُمْ أَزْوَاجًا

“Dan Kami telah menciptakan kamu berpasang-pasangan.”
(QS. An-Naba’: 8)

Segala sesuatu di dunia ini Allah ciptakan berpasangan: siang dan malam, sehat dan sakit, senang dan sedih.

Agar manusia bisa menyadari dan mensyukuri nikmat kebaikan, ia harus merasakan ujung dari kebalikannya.

2. Supaya manusia menyandarkan diri kepada Allah

Manusia terkadang baru sadar akan lemahnya diri ketika diuji. Maka Allah menakdirkan kesulitan agar manusia tidak sombong, tidak merasa mampu tanpa pertolongan-Nya.

Allah berfirman:

 وَإِذَا مَسَّ الإِنسَانَ الضُّرُّ دَعَانَا لِجَنبِهِ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا

“Dan apabila manusia ditimpa kesusahan, ia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk, atau berdiri.”
(QS. Yunus: 12)

Ujian menjadikan kita kembali mengingat Allah, karena tanpa ujian, kita sering lalai.

3. Supaya manusia bertaubat setelah berbuat dosa

Tidak ada manusia yang sempurna.
Kadang kita terjatuh dalam dosa, namun dari dosa itulah Allah ingin melihat taubat yang tulus dari hati kita.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

“Setiap anak Adam pasti berbuat dosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi, no. 2499)

Maka janganlah berputus asa dari rahmat Allah, karena bahkan dosa pun bisa menjadi jalan menuju surga bila diiringi dengan taubat yang benar.

4. Agar manusia banyak berdzikir dan berdoa memohon perlindungan

Ketika hidup terasa sempit, hati akan tergerak untuk memohon perlindungan kepada Allah.

Dzikir dan doa adalah bentuk cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.

Allah berfirman:

 الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ujian membuat lidah kita lebih sering menyebut “Ya Allah”, dan hati kita lebih sering bergantung kepada-Nya.

Inilah kenikmatan spiritual yang hanya dirasakan oleh orang-orang yang bersabar dalam kesulitan.

5. Karena ada maslahat besar di balik setiap musibah

Setiap takdir Allah, bahkan yang tampak buruk sekalipun, pasti membawa kebaikan yang tersembunyi.
Kadang kita tidak memahaminya sekarang, tapi di kemudian hari baru kita sadari: “Ternyata inilah yang terbaik untukku.”

Allah berfirman:

 وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 216)

Musibah bukan tanda Allah membenci kita, tapi tanda Allah ingin mengangkat derajat kita, menghapus dosa, dan menyiapkan pahala besar.

Saudaraku yang dirahmati Allah,
tidak ada takdir yang sia-sia. Baik suka maupun duka, semua datang dari Allah dengan kasih sayang-Nya yang dalam.

Rasulullah ﷺ bersabda:

 عَجَبًا لِأَمْرِ الْمُؤْمِنِ، إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ، وَلَيْسَ ذَاكَ لِأَحَدٍ إِلَّا لِلْمُؤْمِنِ؛ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ، وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ، فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin! Semua urusannya adalah kebaikan. Jika ia mendapat kesenangan, ia bersyukur dan itu baik baginya. Jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar dan itu juga baik baginya.” (HR. Muslim, no. 2999)

Takdir buruk bukanlah kutukan, tapi undangan dari Allah untuk lebih dekat kepada-Nya.

Karena di balik setiap ujian, selalu ada rahmat yang menunggu bagi orang-orang yang sabar dan bersyukur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *