IPARI KOTA BENGKULU – Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Kecamatan Sungai Serut, Ferdian Syaputra, S.Hum menjadi pengajar bagi karyawan-karyawati di Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Fadhilah Kota Bengkulu, dalam meningkatkan literasi membaca Al-Quran dari tajwid, makharijul huruf dan lainnya.
Kegiatan ini, Ferdian namai “Mengaji Bersama untuk Hati yang Tenang” ini merupakan program pembinaan rohani yang diinisiasi oleh Bank Fadhilla Bengkulu, bekerja sama dengan Ferdian Syaputra selaku, Penyuluh Agama dari Kementerian Agama Kota Bengkulu.
“Alhamdulillah, seminggu dua kali kami mengajar ngaji bagi karyawan-karyawati BPRS Bank Fadhilah, tujuannya sederhana namun bermakna, meningkatkan pemahaman Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter religius di lingkungan kerja perbankan,” ujar Ferdian.
Dijelaskan Ferdian, kegiatan seperti ini penting dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara rutinitas dunia kerja, dengan kebutuhan rohani.
“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tapi juga dipahami dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi bagi para karyawan bank yang setiap hari berhadapan dengan berbagai urusan keuangan, tentu sangat perlu dibekali dengan nilai-nilai spiritual,” tuturnya.
Pembelajaran mengaji yang dilakukan tidak terbatas, hanya pada pengenalan huruf hijaiyah bagi yang masih pemula, tetapi juga pembenahan tajwid dan makharijul huruf untuk karyawan yang sudah bisa membaca.
Selain itu, Ferdian juga menyisipkan kajian singkat tentang makna ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga para peserta tidak hanya lancar membaca tetapi juga mengerti isi kandungannya.
Sementera itu, Direktur BPRS Bank Fadhilah Bengkulu, Darwin Natalaksana menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai bahwa pembinaan spiritual, merupakan bagian penting dari pengembangan sumber daya manusia.
“Kami ingin karyawan tidak hanya cakap dalam urusan administrasi dan keuangan, tetapi juga memiliki ketenangan batin dan kekuatan iman. Dengan begitu, integritas dan profesionalitas mereka dalam bekerja juga akan semakin terjaga,” ujar Darwin.
Kegiatan ini rencananya akan dilakukan secara rutin setiap minggu, dengan jadwal menyesuaikan waktu luang para karyawan. Tidak menutup kemungkinan, ke depan program ini juga dibuka untuk nasabah yang berminat mengikuti kajian.
“Kami berharap bank bisa menjadi tempat yang tidak hanya memberi layanan finansial, tapi juga menghadirkan nilai spiritual bagi masyarakat,” tambah pihak manajemen.
Salah satu karyawati BPRS Bank Fadhilah, Rani, mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Sebab, banyak rekan-rekannya yang belum terlalu lancar membaca Al-Quran.
“Kami di bank biasanya sibuk dengan pekerjaan, jarang sekali ada waktu khusus untuk belajar Al-Qur’an. Dengan adanya jadwal rutin dari penyuluh agama ini, kami bisa kembali memperbaiki bacaan dan sekaligus menambah wawasan keislaman. Rasanya suasana kerja juga jadi lebih tenang dan penuh berkah,” ujarnya dengan wajah sumringah.
Program mengaji bersama di Bank Fadhilla Bengkulu ini menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai religius dapat diterapkan di berbagai sektor, termasuk di dunia perbankan. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi lembaga lain di Bengkulu maupun di daerah lain di Indonesia.