Penyuluhan Eco Enzyme, Penyuluh Agama di Kota Bengkulu Jadi Primadona Majelis Taklim

News409 Dilihat

IPARI KOTA BENGKULU – Setelah minggu lalu, tepatnya di hari Jumat, tanggal 11 Juli 2025 di Masjid Mardhatillah, Kelurahan Pasar, sukses menggelar penyuluhan tentang manfaat Eco Enzyme.

Kini Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Sungai Serut, jadi primadona baru bagi Ibu-Ibu Majelis Taklim (MT) di Bengkulu.

Pasalnya, Jumat kemarin, PAI KUA Sungai Serut menggelar penyuluhan Eco Enzyme di Mushola Hajarul Janah, yang berlokasi di Pasar Bengkulu, ini merupakan lanjutan dari penyuluhan Eco Enzyme di Masjid Madhatillah.

Puluhan para Ibu-Ibu MT Hajarul Jannah, tampak antusias mendengarkan ceramah agama dari PAI KUA Sungai Serut, Eka Rahayu Purbenazir, S.E.I, MH dan dilanjutkan dengan materi Eco Enzyme, dari Eka dan M. Supriyono, S.Pd.I, M.Pd.I.

Dijelaskan oleh Eka Rahayu Purbenazir, tujuan kegiatan lanjutan sosialisasi Eco Enzyme yang dilakukan PAI KUA Sungai Serut, adalah masih sebagai ikhtiar untuk meningkatkan penghijauan, dan pelestarian lingkungan di disekitar dengan memanfaatkan sampah dapur organik (sisa buah dan sayur – sayuran) yang dipadukan dg air dan gula merah tebu asli atau bisa diganti dengan _molase_ dengan formula perbandingan 1:3:10 yg akan menjadi larutan multifungsi (eco enzym) dan POC (Pupuk organik cair).

“Kemudian kami juga mengajak untuk menanam pohon dari rumah, yang bisa diambil manfaatnya sehari-hari, seperti pohon buah, sayur mayur yg nantinya diberikan pupuk dari hasil ECO enzym dan POC,” ujar Eka.

Eka juga mengingatkan dalam Islam, pohon dipandang sebagai salah satu ciptaan Allah SWT yang dimuliakan, dan dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia. Sebab manfaatnya dapat dirasakan oleh manusia, hewan dan bisa menjaga keseimbangan ekosistem, maka orang yang menanam pohon pun akan mendapat pahala.

Mengenai pahala orang yang menanam pohon, Rasulullah saw pernah bersabda:

لاَ يَغْرِسُ مُسْلِمٌ غَرْسًا وَلَا يَزْرَعُ زَرْعًا فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنْسَانٌ وَلَادَابَّةٌ وَلَا شَيْءٌ إِلاَّ كَانَ لَهُ صَدَقَةٌ

Artinya, “Tiada seorang Muslim yang menanam pohon atau tumbuhan lalu dimakan oleh seseorang, hewan ternak, atau apapun itu, melainkan ia akan bernilai sedekah bagi penanamnya.” (HR Muslim).

Pahala orang yang menanam pohon, tidak hanya mendapat pahala dari hasil panennya yang ia berikan kepada orang, baik dengan menyedekahkannya atau menjualnya.

Hasil tanaman yang dimakan oleh hewan pun, akan dihitung sedekah dan menjadi pahala bagi si penanam pohon.

“Pahala orang menanam pohon termasuk dengan pahala jariyah, atau pahala yang tiada henti mengalir meskipun orangnya sudah meninggal,” tuturnya.

Foto Bersama dengan Ibu-Ibu Majelis Taklim

 

Sementara itu, pemateri kedua dari M. Supriyono menjelaskan, tentang pentingnya memanfaatkan Eco Enzyme ini, sebab, bahan yang digunakan merupakan dari bahan dari sisa makanan, buah dan lainnya.

Sehingga, para Ibu-Ibu MT ini memanfaatkan bahan yang sudah ada, tanpa harus membeli lagi

“Kalau Eco Enzyme ini kita manfaatkan dengan maksimal, Ibu-Ibu tidak usah lagi beli sabun cuci piring, sabun cuci baju, cairan pembersih lantai dan masih banyak lagi,” ujar M. Supriyono.

Disisi lain, Ketua MT Hajarul Jannah, Hj. Laila Sofia, mengapresiasi kegiatan dari para PAI KUA Sungai Serut ini, sebab, para Ibu-Ibu MT begitu antusias menunggu hari H, kegiatan ini.

“Antusias ini mulai terasa dikegiatan pertama, penyuluhan Eco Enzyme di Masjid Madhatillah, inilah lanjutannya, semoga kegiatan ini akan terus berlanjut, dan nantinya akan jadi produk yang bisa kami jual, dari hasil pemanfaatkan Eco Enzyme ini,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *