Tingkatkan Kualitas PAI dalam Pembuatan Konten Digital, Kanwil Kemenag Gelar Coaching Clinic

News538 Dilihat

IPARI KOTA BENGKULU – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Bengkulu, melalui Bidang Penais dan Pemberdayaan Zakat dan Wakaf menggelar Coaching Clinic, dalam pembuatan Konten Digital bagi Penyuluh Agama Islam (PAI) se-Provinsi, bertempat di salah satu hotel ternama di Bengkulu.

Sebanyak 15 orang Penyuluh se-Provinsi Bengkulu, berkesempatan mendapat pelatihan langsung dari para pemateri yang dihadirkan oleh pihak penyelenggara, seperti pemaparan materi dan praktek cara pembuatan konten digital, dari LPP RRI Bengkulu, Kementerian Komunikasi dan Digital Prov. Bengkulu, UNIB dan UIN FAS Bengkulu, dari tanggal 16 dan 17 Juli 2025.

Kegiatan Coaching Clinic ini, secara resmi dibuka oleh Plh. Kakanwil H. Arsan Suryani Ibrahim, M.HI, beliau menyampaikan, 15 orang peserta yang mengikuti Coaching Clinic ini merupakan para penyuluh yang bertugas di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan se- Provinsi Bengkulu.

“Melalui kegiatan ini, para penyuluh diharapkan bisa meningkatkan keterampilan dalam membuat konten Digital, yang kreatif dan informatif. Sehingga para penyuluh tidak hanya memahami materi secara mendalam, tetapi juga dapat mengaplikasikannya, untuk mendukung tugas mereka sebagai penyampai informasi keagamaan,” ujar Arsan dalam sambutannya.

Sementara itu, penyampaian materi pertama dari LPP RRI, yang disampaikan oleh Yuni Pusvita, M.Pd tentang cara pembuatan konten digital melalui platfrom aplikasi CapCut.

Dimana, Yuni menjelaskan, bahwa penggunaan media sosial ini seperti mata pisau bermata dua, jika salah menggukannya maka akan berdampak negatif bagi penyuluh tersebut.

“Namun sebaliknya, jika kita bijak menggunakan media sosial dengan menghasilkan konten dakwah yang berkualitas, maka akan cepat diingat dan disukai oleh pengguna media sosial,” ujar Yuni dalam pemaparan materinya.

Sedangkan dalam praktek pembuatan vidio dakwah melalui aplikasi CapCut, Yuni menjelaskan, bahwa aplikasi yang familiar digunakan oleh para konten kreator pada umumnya.

“Tidak ribet ngedit vidio di aplikasi ini, karena kita dimanjai dengan fitur-fitur yang mudah dipahami,” jelasnya.

Disisi lain, pamateri kedua yang dari Keminfo Provinsi Bengkulu, Oki Oktriansyah masih materi yang sama, cara pembuatan konten digital melalui aplikasi Canva dan CapCut.

Untuk aplikasi Canva, dijelaskan Oki, aplikasi ini juga tergolong familiar di kalangan Konten Kreator, sebab, fitur-fiturnya lebih mudah dipahami oleh para pemula, disamping, harga Canva premium lebih terjangkau.

“Dengan memanfaatkan aplikasi Canva, kita bisa membuat konten dakwah dengan mudah, contoh, pembuatan flayer tentang haji, sholat dan masih banyak lagi, sehingga, pengguna digital akan tertarik untuk melihat, bahkan menyimpannya sebagai bahan pengetahuan bagi mereka,” jelasnya.

Sedangkan dalam pembuatan konten digital seperti Vidio, Oki juga merekomendasikan belajar menggunakan aplikasi CapCut, dimana aplikasi yang mudah dipahami bagi pemula, walaupun, untuk CapCut Premiumnya cukup mahal harga berlangganannya.

“Kita maksimalkan fitur-fitur gratis yang ada di aplikasi ini, masih cukup bagus untuk menjadi satu konten dakwah yang menarik untuk ditonton oleh pengguna media sosial,” ungkapnya.

Sementara pada penyampaian pemateri ketiga dari Naila Farafida Alquds, yang merupakan salah satu Dosen di UNIB, menyampaikan materi
tentang Media Sosial sebagai sarana kreatifitas, edukasi dan Penghasilan, dimana beliau mengajarkan cara mendapatkan penghasilan melalui sosial media, melalui konten yang telah dibuat.

Untuk pemateri terakhir, dari Dosen UIN FAS Bengkulu, H. Ahmad Farhan, S.Si, M.Si dimana dia menyampaikan materi tentang Peran Penyuluh dalam Penyampaian Dakwah di Media Sosial, disesi ini, terdapat tanya jawab, tentang pertanyaan masyarakat tentang rumah tangga, ekonomi dan lainnya.

“Banyak pertanyaan yang ringan, tapi terkadang kita sebagai penyuluh kurang bijak dalam menanggapinya, untuk itu, penting bagi kita memperkaya ilmu pengetahuan, agama dan lainnya,” tuturnya.

Disamping Ahmad Farhan, juga menjelaskan betapa pentingnya peran penyuluh agama diera zaman digital sekarang, sebab, para penyuluh agama inilah diharapkan sebagai penjenyuk ditengah-tengah masyarakat, dari konten-konten negatif yang viral di sosial media.

“Tugas kita selaku penyuluh agama, harus sigap dalam menanggapi berbagai isu yang terjadi di sosial media, kita bisa membuat konten penyenjuknya sehingga peran kita sebagai penyuluh akan terasa nantinya,” ungkapnya.

Kegiatan Coaching Clinic ini diharapkan, selain peningkatan keterampilan, kegiatan ini juga berfokus pada pengembangan keterampilan penyuluh dalam membuat konten digital, termasuk video pendek, desain grafis, dan penulisan narasi yang menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *