IPARI KOTA BENGKULU – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sungai Serut, sukses menggelar penyuluhan sekaligus sosialisasi pentingnya memanfaatkan Eco Enzyme, ke Majelis Taklim Se-Kelurahan Pasar Bengkulu, bertempat di Masjid Mardhatillah, Jumat (11/7/2025).
Pemateri yang dihadirkan langsung dari PAI KUA Sungai Serut, yaitu M. Supriyono, S.Pd.I, M.Pd.I dan Eka Rahayu Purbenazir, S.E.I, M.H, mereka merupakan salah satu penggiat Eco Enzyme yang ada di Kota Bengkulu.
Tampak wajah antusias dari puluhan Majelis Taklim Se-Kelurahan Pasar Bengkulu, menyimak dan langsung praktek pembuatan Eco Enzyme dari pakarnya itu.
Dalam materi yang disampaikan Eka Rahayu, pemanfaat Eco Enzyme ini bisa menjadi barang berharga di rumah, seperti bisa diproduksi menjadi sabun cuci piring, sabun cuci baju, cairan pembersih lantai dan masih banyak lagi.
Selain itu, Eka menjelaskan, pemanfaatan Eco Enzyme ini juga meminimalisir terjadinya kerusakan alam, diakibatkan membuang sampah sembarangan. Hal ini, tertera dalam Surah Ar-Rum ayat 41, Surah Ar-Rum (30) Ayat 41 :
لَاۤ ظَهَرَ ٱلْفَسَادُ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِى ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعْضَ ٱلَّذِى عَمِلُوا۟ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
Artinya, “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Dalam penjelasan ayat tersebut, Eka memaparkan, Makna “Kerusakan di darat dan di laut”, ayat ini menjelaskan bahwa kerusakan seperti bencana alam, kekacauan sosial, krisis lingkungan, dan ketidakstabilan ekonomi muncul sebagai akibat dari ulah manusia sendiri.
“Lalu diisebabkan oleh perbuatan tangan manusia, ini menegaskan bahwa manusia bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi, untuk itulah, dengan menfaatkan Eco Enzyme setidaknya kita tidak merusak alam lagi,” ujar Eka.
“Ini juga sebagai peringatan keras bahwa setiap bentuk kerusakan di bumi adalah hasil dari ulah manusia sendiri. Allah SWT mengizinkan sebagian akibat itu terasa agar manusia kembali sadar dan bertobat. Ini adalah ajakan untuk merenung, memperbaiki perilaku, dan menjaga bumi sebagai amanah dari-Nya,” lanjutnya.
Selain itu, Eka juga menjelaskan, jika para Ibu-Ibu Majelis Taklim ini memanfaatka Eco Enzyme, setidaknya bisa membantu perekonomian keluarga, seperti tidak usah beli sabun cuci piring, cuci baju, cairan pembersih lantai dan lainnya.
“Nanti akan kita bagikan kelompok pembuatan Eco Enzyme, jadi kami (para penyuluh) yang akan memantau sejauh mana perkembangan hasil Eco Enzyme tersebut,” paparnya.
Sementara itu, pemateri kedua yang dihadirkan, M. Supriyono, dimana beliau langsung mempraktekan cara pembuatan Eco Enzyme, dengan para Majelis Taklim sudah membawa air cucian beras pertama, yang telah dimasukan kedalam botol ukur 500 ML.
“Bahan utama Eco Ezyme itu, sampah dapur organis (sisa buah dan sayur-sayuran) lalu gula merah tebu asli dan air bersih, alat yang digunakan, timbangan, wadah seperti botol yan sudah bawa tadi, lalu pengaduknya, nanti tunggu sampai miminal 20 hari, baru nanti dilarutkan dengan air bersih 1 banding 15 , lalu dicampurkan ke tumbuhan tersebut,” jelasnya.
Disisi lain, Kepala KUA Sungai Serut, Sutriman, S.H.I, M.H.I yang hadir dalam sosialiasi Eco Enzyme ini mendukung penuh, kegiatan yang diinisasi langsung oleh para PAI KUA Sungai Serut ini.
Sutriman berpesan, agar kegiatan ini terus dilakukan secara berkelanjutan, dan memberikan manfaat luar biasa bagi Ibu-Ibu Majelis Taklim yang hadir.
“Saya apresiasi kegiatan seperti ini, diharapkan kegiatan ini tidak sampai disini saja, tapi terus berlanjut, dan menghasilkan produk nantinya,” ungkap Sutriman.
Sementara itu, Ketua Majelis Pertama Pasar Bengkulu, Tri Murniarti, mengucapkan terima kasih kepada pihak KUA Sungai Serut yang telah memberikan ilmu, dan praktek langsung cara pembuatan Eco Enzyme ini.
“Insya Allah, Jumat depan kami minta ke KUA Sungai Serut adakan lagi sosiliasasi Eco Enzyme ini, hingga kami punya produknya sendiri dari hasil kami belajar disini,” harapnya.