Oleh Fatkur Rohman, M.Pd.I (Penyuluh Agama Islam KUA Kec. Singaran Pati Kota Bengkulu)
KHUTBAH PERTAMA
الحمد لله الذي أمر بتقواه، ونهى عن الفساد في الأرض، وحث على تربية الأبناء تربية صالحة، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله، اللهم صلِّ وسلِّم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا أيها الناس، أوصيكم ونفسي المقصرة بتقوى الله فقد فاز المتقون، قال الله تعالى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
(الأحزاب: 70-71)
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Kita hidup di zaman yang penuh tantangan bagi generasi muda. Gelombang pergaulan bebas, bahaya gengster, narkoba, hingga kenakalan remaja kian mengkhawatirkan. Semua itu bisa merusak masa depan anak-anak kita bila tidak dibentengi sedini mungkin.
Kita sebagai orang tua, sebagai guru, sebagai tetangga, sebagai pemuka masyarakat, memiliki tanggung jawab besar terhadap generasi penerus ini. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Ayat ini adalah seruan langsung dari Allah agar kita melindungi keluarga, termasuk anak-anak kita, dari hal-hal yang bisa menyeret mereka ke dalam keburukan dunia dan akhirat. Pendidikan integritas dan iman harus dimulai sejak dalam rumah, bukan menunggu ketika anak sudah remaja atau dewasa.
Jamaah yang dimuliakan Allah,
Lihatlah bagaimana para Nabi menanamkan nilai dan integritas dalam keluarganya. Nabi Ya’qub misalnya, dikenal dekat dengan anak-anaknya, terutama kepada Yusuf ‘alaihissalam. Bahkan sebelum berpisah, beliau menitipkan nilai keimanan kepada mereka:
وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ
“Dan Ibrahim mewasiatkan (agama ini) kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub: ‘Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.’” (QS. Al-Baqarah: 132)
Demikian pula Nabi Nuh ‘alaihissalam, meskipun anaknya menolak ajaran beliau, namun tetap terlihat upaya sang ayah menasihati dan menyelamatkan anaknya. Ini menjadi cerminan kasih sayang yang tulus dan bimbingan penuh kesabaran.
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Hari ini banyak anak terjebak pada lingkungan yang buruk, salah satu sebabnya adalah renggangnya hubungan emosional dengan orang tua. Maka mari kita bangun kedekatan emosional, keteladanan, dan komunikasi terbuka dalam keluarga. Jangan biarkan gawai dan media sosial menjadi pengasuh utama mereka.
Budaya integritas, yaitu membiasakan kejujuran, tanggung jawab, dan adil sejak kecil, harus ditanam dalam keluarga. Ketika ayah dan ibu mencontohkan kejujuran dalam bekerja dan bermuamalah, maka anak pun akan tumbuh dengan akhlak mulia. Sebaliknya, ketika anak melihat orang tuanya mudah berbohong atau curang, maka jangan heran jika anak pun tumbuh menjadi pribadi yang tidak berintegritas.
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه، كما يحب ربنا ويرضى، أشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
Hadirin yang dirahmati Allah,
Marilah kita berdoa dan berusaha, agar anak-anak kita dijauhkan dari pergaulan buruk, dari gengster, narkoba, dan kemaksiatan. Bimbing mereka dengan kasih sayang, bukan hanya dengan kemarahan. Jadilah sahabat terbaik bagi anak-anak, karena jika tidak, mereka akan mencari “sahabat” di luar rumah yang belum tentu baik.
Bangunlah rumah sebagai benteng iman:
Jadikan shalat berjamaah sebagai budaya keluarga,
Jadikan rumah tempat bercerita dan saling mendengar,
Jadikan Al-Qur’an sebagai cahaya yang menerangi ruang-ruang rumah kita.
اللهم أصلح شباب المسلمين، واهْدِهم سُبُلَ السلام، وجنِّبهم الفواحش والفتن، ما ظهر منها وما بطن.
اللهم اجعل أبناءنا قرة أعين لنا، واجعلهم من الصالحين، الذاكرين، الشاكرين.
عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكّرون.
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.