Penyuluh Agama Jadi Juri MTQ, Ini 6 Kriteria Penilaian

News515 Dilihat

IPARI KOTA BENGKULU – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gading Cempaka, Sutri, S.Ag diamanahkan menjadi juri lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kelurahan Sidomulyo, bertempat di Masjid Babussalam Hibrida 10, kemarin.

Diamanahkan Sutri jadi juri MTQ bukan sekali ini saja, namun setiap tahun dia dipercaya oleh Majelis Taklim (MT) Kelurahan Sidomulyo untuk menjadi juri. Kegiatan ini merupakan rangkaian dalam menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1447 Hijriah.

Dijelaskan Sutri, untuk kriteria penilaian, ada 6 yang menjadi acuan peserta bisa menjadi juara di lomba MTQ ini.

Menurutnya, kriteria penilaian pemenang dalam lomba MTQ pada umumnya, mengacu beberapa aspek penting dalam seni membaca Al-Qur’an.

Pertama, Tajwid, dijelaskan Sutri, penilaian terhadap ketepatan bacaan sesuai dengan kaidah tajwid, seperti makhraj huruf, sifat huruf, hukum nun sukun dan mim sukun, hukum mad, dan lainnya. Kedua, Fasahah, kelancaran dalam membaca ayat tanpa kesalahan lafal atau gangguan pengucapan. Termasuk juga pemahaman terhadap waqaf (berhenti) dan ibtida’ (memulai kembali).

Yang ketiga, dari aspek Suara dan Lagu (Maqamat), sebab, kualitas suara (merdu, stabil, dan kuat), serta penguasaan dan penggunaan lagu-lagu tilawah (maqamat) yang sesuai dengan ayat dan suasana,” ujar Sutri.

Lalu yang keempat, kriteria dari Adab dan Penampilan, tentang sikap, kesopanan, dan etika qari/qariah selama tampil. Termasuk pakaian yang sesuai syariat, gerakan tubuh yang tenang, dan penghormatan terhadap Al-Qur’an. Kelima, Kesesuaian Nada dan Irama, dari aspek harmonisasi irama tilawah dengan isi kandungan ayat, pemilihan maqam yang tepat, serta kemampuan menjaga konsistensi nada dari awal hingga akhir.

“Yang terakhir keenam, Pemilihan Ayat dan Kesesuaian Tema (jika ditentukan), sebab,
dalam beberapa tingkatan lomba, peserta juga dinilai dari kecocokan ayat yang dibaca dengan tema yang diangkat panitia (terutama untuk cabang-cabang tertentu seperti tafsir atau pidato MTQ),” jelasnya.

Suasana penuh khidmat dan kebersamaan tampak dalam pelaksanaan kegiatan yang dipandu secara rapi oleh panitia. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat, serta menumbuhkan semangat mencintai dan mempelajari Al-Qur’an sejak dini.

*Semoga peringatan Muharram ini
, menjadi momentum yang membawa keberkahan serta semangat hijrah menuju kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat Kelurahan Sidomulyo,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *