Oleh : Sukran Jayadi, S.Sos.I, M.Pd.I
(Khatib Adalah Penyuluh Ahli Madya dan Ketua PD IPARI Kota Bengkulu)
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
إنَّ الحَمْدَ لله، نَحْمَدُه، ونستعينُه، ونستغفرُهُ، ونعوذُ به مِن شُرُورِ أنفُسِنَا، وَمِنْ سيئاتِ أعْمَالِنا، مَنْ يَهْدِه الله فَلا مُضِلَّ لَهُ، ومن يُضْلِلْ، فَلا هَادِي لَهُ. أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. اللَّهُمَّ صَلَّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الِهِ وَأصْحَابِهِ أجْمَعِين. أمَّا بَعـدُ. فَيَا عِبَادَ الله، أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَا الله فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ الله تَعَالىَ فِى كِتَابِهِ الْكَرِيمِ. اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ… إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
Jama’ah Jum’at yang berbahagia.
Alhamdulillah hari ini kita telah berada di jumat kedua tahun 1447 Hijriyah tepatnya adalah 8 Muharram 1447 H atau bertepatan tanggal 4 Juli 2025 Miladiyah. Begitu cepat waktu berlalu, hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun 1447 H pun telah telah memasuki minggu kedua.
Untuk itu mari kita manfaatkan momentum awal tahun hijriah ini dengan bermuhasabah atau mengevaluasi diri, karena muhasabah itu merupakan keharusan bagi seorang muslim untuk menampilkan pribadi yang lebih baik kedepannya. Allah SWT telah berfirman:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ خَبِيْرٌ ۢبِمَا تَعْمَلُوْنَ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr : 18)
Sholawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, Semoga kita menjadi umat beliau yang selalu menjalankan sunnahnya dan mendapatkan syafaatnya di yaumil akhir nanti. Amin ya Rabbal Alamin.
Dari mimbar khutbah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada kita semua, marilah kita tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Peningkatan iman yang terus kita lakukan dengan peningkatan amal sholeh yang bermuara kepada ketaqwaan sebagai bekal terbaik dalam kehidupan di dunia dan akherat nantinya. Sebagai mana firman Allah SWT. :
… وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ.
“Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal (QS. Al-Baqarah: 197).
Jama’ah Jumat Rahimakumullah.
Manusia dalam kehidupan ini tidak pernah lepas dari salah dan khilaf. Untuk itulah pintu taubat selalu Allah berikan kepada setiap hamba yang bersungguh-sungguh untuk mendapatkan ampunan-Nya sebagai wujud dari maha rahman dan maha rahimnya Allah kepada umat-Nya.
Selalu terbuka kasih sayang Allah SWT dengan diberikannya kesempatan demi kesempatan di sisa umur kita dengan dihamparkannya pintu kemulian taubat bagi hamba-hambanya yang benar-benar menyadari kesalahannya dan ingin memperbaiki diri menjadi manusia yang lebih baik dan bertakwa. Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَّعْمَلْ سُوْۤءًا اَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهٗ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللّٰهَ يَجِدِ اللّٰهَ غَفُوْرًا رَّحِيْمًا.
“Dan barang siapa berbuat kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian dia memohon ampunan kepada Allah, niscaya dia akan mendapatkan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa’ :110)
Dalam surah yang lain Allah SWT berfirman:
قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
“Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53).
Dalam hadist qudsi, Allah SWT berfirman yang artinya: Dari Anas radhiyallahu anhu, ia berkata, saya mendengar Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Allah Taala berfirman, Wahai anak Adam, selagi engkau meminta dan berharap kepada-Ku, maka Aku akan mengampuni dosamu dan Aku tidak pedulikan lagi. Wahai anak Adam, walaupun dosamu setinggi langit, bila engkau mohon ampun kepada-Ku, niscaya Aku memberi ampun kepadamu.
Wahai anak Adam, jika engkau menemui Aku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, tetapi engkau tiada menyekutukanku dengan sesuatu pun, niscaya Aku datang kepadamu dengan memberi ampunan sepenuh bumi pula.”(HR. Imam Tirmidzi)
Jama’ah Jumat Rahimakumullah.
Setelah kita melakukan taubat dengan kesungguhan atas setiap kesalahan dan khilaf yang kita lakukan, maka ketika taubat tersebut di terima oleh Allah SWT akan lahir keberkahan dalam kehidupan.
Diantara bukti keberkahan taubat seseorang yang diterima oleh Allah SWT adalah Pertama, Senantiasa lebih banyak bersyukur dan hatinya lebih tentram dan tenang dengan memperbanyak zikrullah.
Bersyukur merupakan kunci utama dari kebahagiaan serta ketakwaan seseorang muslim dan berzikir selanjutnya akan melahirkan kondisi hati yang terasa lebih tentram dan tenang. Allah SWT berfirman :
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَتَطْمَىِٕنُّ قُلُوْبُهُمْ بِذِكْرِ اللّٰهِ ۗ اَلَا بِذِكْرِ اللّٰهِ تَطْمَىِٕنُّ الْقُلُوْبُ ۗ
“Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d : 28)
Oleh karena itu orang yang bersungguh-sungguh dalam bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka hatinya akan menjadi tentram, nyaman dan tenang, sehingga Allah memanggilnya dengan panggilan terindah :
… يٰٓاَيَّتُهَا النَّفْسُ الْمُطْمَىِٕنَّةُۙ ارْجِعِيْٓ اِلٰى رَبِّكِ رَاضِيَةً مَّرْضِيَّةً ۚ. فَادْخُلِيْ فِيْ عِبٰدِيْۙ .وَادْخُلِيْ جَنَّتِيْ .ࣖࣖ
“Wahai Jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya. Maka masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. dan masuklah ke dalam Syurga-Ku.” (QS. Al-Fajr : 27-30)
Kedua, Menyibukkan diri dengan kewajiban dan ibadah terhadap Allah SWT. Ketika taubat seseorang diterima oleh Allah SWT, maka Allah akan terus menggerakkan hatinya untuk selalu beribadah dan mendekatkan diri kepada-Nya.
Ia akan meninggalkan perbuatan dosa dan maksiat karena sudah lebih nyaman dengan kegiatan ibadah yang bisa mendekatkan diri dengan Tuhannya. Sebagaimana Firman Allah SWT :
لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ وَاِنْ تُبْدُوْا مَا فِيْٓ اَنْفُسِكُمْ اَوْ تُخْفُوْهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللّٰهُ ۗ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَّشَاۤءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَّشَاۤءُ ۗ وَاللّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.
“Milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Jika kamu nyatakan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu sembunyikan,,niscaya Allah memperhitungkannya (tentang perbuatan itu) bagimu. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah :284)
Ketiga, Akhlaknya tampil lebih baik. Seseorang yang bertaubat pastinya berupaya untuk memperbaiki akhlaknya dan Allah akan senantiasa meringankan hati hamba-Nya yang bertakwa sehingga akhlaknya terus-menerus menjadi lebih baik di setiap waktunya. Allah SWT berfirman:
اِنَّآ اَخْلَصْنٰهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِۚ.
“Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat.” (QS. Sad : 46)
Jama’ah Jum’at yang berbahagia.
Demikian khutbah Jumat yang dapat khatib sampaikan siang hari ini, semoga amal dan taubat yang kita lakukan dapat diterima oleh Allah SWT dengan melihat kesungguhan setiap usaha yang telah kita upayakan untuk mendapatkan ampunan-Nya. Aamiin.
بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَاتٍ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ , وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم