M. Awaludin Jelaskan 6 Hijrah Nabi yang Wajib Diteladani Umat Muslim

//Memperingati 1 Muharram 1447 Hijriah

IPARI KOTA BENGKULU – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ratu Samban, M. Awaludin, M.Ag menjelaskan, ada enam hijrah Nabi Muhammad SAW yang bisa diteladani oleh umat muslim saat ini.

Hal ini disampaikan oleh Awaludin, saat mengisi materi pengajian di aula Inspektorat Provinsi Bengkulu.

Dijelaskan M. Awaludin, hijrahnya Rasul dari Makkah ke Madinah yang terjadi pada tahun 622 Masehi, bukanlah sekadar peristiwa kecil dalam sejarah Islam.

Tetapi banyak petuah, dan pelajaran berharga bagi kita yang bisa diambil dari sejarah ini, yang terpenting, di antaranya adalah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika keluar dari Makkah berhijrah menuju Madinah itu, tidaklah dalam keadaan membenci penduduk Makkah, justru beliau cinta kepada penduduk Makkah.

” Ini menunjukkan betapa kecintaan beliau kepada Makkah, dan penduduk Makkah, sebagaimana makalah populer menyatakan hubbul wathan minal iman, cinta tanah air adalah ekspresi kesempurnaan iman,” ujar M. Awaludin.

Menurutnya, ada satu hal yang penting dalam hijrah Nabi Muhammad SAW adalah bahwa hijrah itu adalah bermakna luas, sebagaimana disebutkan dalam hadits yang mulia bahwa:

وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللهُ عَنْهُ (رواه البخاري)

Artinya: ”Orang yang berhijrah itu adalah orang yang berhijrah, meninggalkan apa-apa yang dilarang oleh Allah” (HR. al-Bukhârî).

Hijrah di sini, dijelaskan M. Awaludin bermakna luas, meninggalkan adat atau tradisi fanatisme kesukuan, dan menegaskan hijrah itu meninggalkan dari segala yang dilarang oleh Allah SWT, yang di dalamnya membahayakan manusia.

Ma’âsyiral muslimîn hafidhakumullâh, Berdasarkan keterangan tersebut, dapat diambil kesimpulan berkaitan dengan memuliakan bulan Muharram, dan memperingati tahun baru Hijrah.

Bahwa dalam memuliakan dan memperingati tahun baru Hijriah, harus memperhatikan hikmah atau pelajaran yang berharga dari peristiwa hijrahnya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabatnya, yang dapat disebutkan dalam tujuh poin penting berikut ini.

Pertama, hijrah itu adalah perpindahan dari keadaan yang kurang mendukung dakwah kepada keadaan yang mendukung.

Kedua, hijrah itu adalah perjuangan untuk suatu tujuan yang mulia, karenanya memerlukan kesabaran dan pengorbanan.

Ketiga, hijrah itu adalah ibadah, karenanya motivasi atau niat adalah untuk kebaikan dan kemaslahatan.

Keempat, hijrah itu harus untuk persatuan dan kesatuan, bukan perpecahan. Hijrah itu adalah jalan untuk mencapai kemenangan.

Kelima, hijrah itu mendatangkan rezeki dan rahmat Allah SWT.

Keenam, hijrah itu adalah teladan Nabi dan para sahabat yang mulia, yang seyogianya kita ikuti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *