PAI KUA Muara Bangkahulu, Jelaskan Pentingnya Pencegahan Stunting Menurut Pandangan Islam

IPARI KOTA BENGKULU – Penyuluh Agama Islam (PAI) Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Muara Bangkahulu, Aditya Candra Utama,S.Kom.I menjelaskan pentingnya pencegahan stunting saat memberikan materi Bimbingan Pernikahan (Binwin) kepada Calon Pengantin (Catin) yang sebentar lagi akan menggelar prosesi akad nikah, hal ini dijabarkan menurut Ayat Al-Quran dan Hadist.

Berdasarkan pantauan Aditya dikalangan masyarakat umum, tentu upaya dan kerja keras semua lintas sektoral telah maksimal dalam menggelorakan semangat pencegahan stunting ini terkhusus dikalangan Penyuluh-Penyuluh Agama disuruh penjuru Nusantara, khususnya di Bumi Merah Putih (Provinsi Bengkulu) disetiap unit kerja Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan-Kecamatan telah banyak berkontribusi disampaikan melalui Binwin atau bimbingan calon pengantin (catin) ini.

Secara umum Al-Qur’an mensinyalir pentingnya menyiapkan generasi yang kuat, sehat, cerdas dan kuat di antaranya dalam Qur’an Surat An-Nisa’ [4] ayat 9:

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْ تَرَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللَّهَ وَلْيَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Artinya, ”Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir (terhadap kesejahteraannya). Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan berbicara dengan tutur kata yang benar”.

Kandungan ayat tersebut memerintahkan agar kita memiliki rasa khawatir meninggalkan anak keturunan yang lemah, baik dalam arti lemah secara fisik, psikis, ekonomi, kesehatan, intelektual, moral, dan sebagainya.

Ayat ini juga menurut pemahaman penulis mengandung pesan agar kita melindungi anak cucu kita bahkan yang belum lahir sekalipun jauh-jauh hari, jangan sampai nanti ia lahir dalam keadaan tidak sehat, tidak cerdas, kurang gizi, dan terlantar tidak terpelihara.

Selaras dengan ayat di atas, didalam sebuah hadits juga menyebutkan :

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : اَلْـمُؤْمِنُ الْقَـوِيُّ خَـيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَـى اللهِ مِنَ الْـمُؤْمِنِ الضَّعِيْفِ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

Artinya, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allâh Azza wa Jalla daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan.”

Hadis ini menerangkan pentingnya mempersiapkan generasi ummat yang kuat baik secara fisik dan juga mental.

Pastilah generasi yang kuat dan tangguh akan dilahirkan dari generasi yang memiliki cukup asupan gizi dan nutrisi yang sehat.

Selain itu, terdapat ayat tentang makan makanan yang halal dan baik.

Anjuran makanan bukan hanya yang halal tetapi juga yang baik, pada aspek nutrisi dan gizi.

Karena makanan yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan fisik maupun juga intelektualitas anak.

Pencegahan stunting ini juga berdasarkan pemahaman, juga termasuk dalam upaya untuk mengimplementasikan ayat Qur’an dalam surat An-Nisa [4] ayat 9 dan juga hadist telah disebutkan penulis diatas.

Jika stunting yang merupakan manifestasi dari kekurangan gizi dan nutrisi yang baik bagi janin dan balita, maka mencegah stunting berarti juga mencegah generasi yang lemah.

Mencegah stunting berarti mempersiapkan generasi umat yang kuat seperti anjuran Al-Qur’an, dan sejumlah Hadits telah disebutkan penulis di atas.

“Untuk itu, mari kita semua bersinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan anak Indonesia dari sejak dini terutama dari rahim sang Ibu yang sehat, kuat, cerdas dan tentunya menghasilkan buah hati regenerasi anak bangsa disamping kuat secara fisik dan mental, sehat dan cerdas juga memiliki benteng keimanan dan ketaqwaan yang sesuai dengan tuntunan dan pedoman Al-Qur’an dan Hadits bagi regenerasi lahir dari rahim ibu yang mayoritas ummat muslim,” demikian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *