Seberapa Hebat Manusia yang Suka Meremehkan Orang Lain?

Oleh : Achmad Fadian, S.Sos (Penyuluh Agama Islam KUA Sungai Serut)

IPARI KOTA BENGKULU – Dalam kehidupan yang fana ini, salah satu akhlak buruk yang sering muncul namun dianggap sepele adalah sikap meremehkan orang lain. Lantas seberapa hebat manusia itu ?

Meremehkan orang lain bisa terjadi melalui sikap, ucapan, atau bahkan hanya dalam hati. Perilaku ini sangat bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang mengajarkan untuk memuliakan sesama manusia, dan menjauhi sikap sombong serta merasa diri lebih baik dari orang lain.

Islam mengajarkan untuk tidak meremehkan orang lain, baik itu dari segi usia, pangkat dan lainnya.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Hujurat ayat 11:

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّنْ نِّسَآءٍ عَسٰۤى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۚ وَلَا تَلْمِزُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَا بَزُوْا بِا لْاَ لْقَا بِ ۗ بِئْسَ الِا سْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِ يْمَا نِ ۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Ayat ini secara jelas melarang, umat Islam untuk meremehkan atau merendahkan orang lain. Bahkan, Allah SWT pun mengingatkan bahwa bisa jadi orang yang diremehkan itu lebih mulia di sisi-Nya. Ini adalah peringatan agar manusia tidak cepat menilai hanya dari apa yang tampak di permukaan.

Dalam Islam, setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Allah SWT. Yang membedakan hanyalah tingkat ketakwaannya. Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” (QS. Al-Hujurat: 13)

Dari ayat tersebut, sangat jelas bahwa standar kemuliaan dalam Islam bukanlah kekayaan, jabatan, keturunan, atau penampilan, melainkan takwa. Maka dari itu, tidak layak bagi seorang Muslim meremehkan orang lain yang mungkin secara duniawi tampak lebih rendah.

Terlebih lagi, Rasulullah SAW mencontohkan akhlak mulia dalam memperlakukan sesama. Beliau tidak pernah membeda-bedakan manusia berdasarkan status sosial, kekayaan, atau pekerjaan. Dalam sebuah hadis, Rasulullah SAW bersabda:

“Cukuplah seseorang dianggap berbuat jahat jika ia meremehkan saudaranya sesama Muslim.” (HR. Muslim)

Dalam hadis ini menunjukkan, bahwa meremehkan orang lain bukanlah dosa ringan. Bahkan, Rasulullah menyebutnya sebagai tanda keburukan akhlak. Ketika seseorang merasa dirinya lebih baik dari orang lain dan mulai meremehkan, itu adalah awal dari kesombongan yang bisa menjerumuskan kepada kehancuran spiritual.

Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:

“Janganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apa pun, walaupun hanya bertemu saudaramu dengan wajah ceria.” (HR. Muslim)

Pesan ini bukan hanya melarang meremehkan orang, tapi juga melarang meremehkan perbuatan baik. Karena terkadang, seseorang yang kita anggap tidak berharga ternyata lebih dekat kepada Allah karena amal-amalnya yang tersembunyi.

Akibat dari sikap meremehkan orang lain,
sikap yang meremehkan orang lain akan membuka pintu kesombongan. Dalam Islam, kesombongan adalah sifat yang sangat dibenci oleh Allah. Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

Kesombongan yang muncul karena merasa lebih pintar, lebih kaya, lebih terhormat, atau lebih baik dari orang lain bisa menjadi penghalang masuknya ke surga. Meremehkan orang lain juga bisa menghancurkan hubungan sosial, menimbulkan permusuhan, dan menghilangkan keberkahan dalam hidup.

Islam menuntun umatnya untuk senantiasa tidak merendah, menghormati sesama, dan tidak cepat menilai seseorang dari tampilan lahiriah. Meremehkan orang lain adalah tindakan yang tidak sesuai dengan ajaran Al-Qur’an dan Sunnah Nabi.

“Setiap manusia memiliki potensi dan kedudukannya masing-masing di sisi Allah, yang hanya Dia yang mengetahuinya. Maka dari itu, sebagai Muslim yang baik, kita harus membiasakan diri bersikap rendah hati, menghargai sesama, dan menahan diri dari sikap merendahkan siapa pun,” ujarnya.

“Dengan menjaga akhlak mulia ini, Insya Allah kita akan menjadi pribadi yang lebih bijaksana, dan membawa rahmat bagi lingkungan sekitar,” demikian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *