Kakan Kemenag Nopian Dukung Program Four In One Walikota Bengkulu

News204 Dilihat

IPARI Kota Bengkulu. Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bengkulu, Dr. H. Nopian Gustari, M.Pd.I dukung program Four In One (4 dalam 1) Walikota Bengkulu Dedy Wahyudi. Hal ini sampaikan Nopian bersamaan dengan kegiatan halal bihalal Bersama Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA melalui zoom meeting di Aula PLHUT Kantor Kemenag Kota Bengkulu Bentiring Permai. Rabu, (09/04/25).

Disampaikan Nopian, yang sukses mengantarkan Desa Rama Agung peringkat juara satu Tingkat nasional Kampung Moderasi Beragama saat menjabat Kepala Kemenag Bengkulu Utara.

Selama ini, di Kota Bengkulu dikenal program 3 in 1, yakni penyerahan akta kematian, KTP, dan KK baru dari Pemkot Bengkulu kepada masyarakat yang keluarganya meninggal dunia dengan cara diantar langsung ke rumah duka pada acara takziah malam ketiga. Sedangkan program 4 in 1 ini dikhususkan kepada ASN. Bagi ASN yang meninggal dunia, Pemkot Bengkulu bukan hanya menyerahkan akta kematian, KTP, dan KK saja, tapi plus dengan penyerahan buku tabungan masa pensiun (Taspen) di waktu bersamaan pada malam ketiga,” ujar Nopian.

Untuk mendukung program Walikota Kota Dedy Wahyudi, Nopian mengimbau agar jajaran Kementerian Agama turut mendukung dan hadir pada kegiatan tersebut. Menurut Nopian, Kementerian Agama harus hadir ditengah-tengah masyarakat yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan. Apalagi kegiatan yang menjadi program pemerintah.

“Kepada Kepala KUA dan para penyuluh agama Islam maupun penyuluh agama lainnya, agar ikut mendukung program walikota 4 in 1 acara takziah kematian malam ketiga. Jangan sampai Kepala KUA selaku pemangku wilayah tidak mengetahui kegiatan tersebut” tegas Nopian.

Tak hanya itu, Nopian yang baru beberapa bulan menjabat sebagai Kakan kemenag Kota Bengkulu yang dirotasi dari jabatan kakan Kemenag Bengkulu Utara turut mengimbau, agar para penyuluh tidak ekstream (Radikal) dalam menyampaikan dakwah.

“Untuk para dai dari Kementerian agama, hendaknya menyampaikan dakwah kepada masyarakat untuk menyampaikan dakwahnya tidak provokatif. Sampaikanlah dakwah yang menyejukkan dan menjadi perekat umat. Sehingga tidak berdampak terhadap perpecahan antar umat” ujar Nopian. Demikian. *(ET)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *