Oleh :
UST. HERI PUTRA EFENDI, S.Sos.I
Penyuluh Agama Islam KUA Ratu Samban
الله أكبر، الله أكبر ، الله أكبر،
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر ،الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر،
الله اكبر كبيرا، والحمدالله كثيرا، وسبحان الله بكرة وأصيلا،.
لااله الا الله والله اكبر، الله اكبر ولله الحمد
الْحَمْدُ للهِ الذي صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ،
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَ بَعْدَهُ، اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ، وَعَلَى الِهِ وَصَحْبِهِ، وَأَتْبَاعِهِ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ اْلقِيَامَةِ، أمَّا بَعْدُ:
فَيَا عِبَادَ الله، أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَا الله، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وقالَ الله تعالى:
يأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ تَّقُواْ للَّهَ، وَقُولُواْ قَوْلاً سَدِيداً، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ، وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَن يُطِعِ للَّهَ وَرَسُولَهُ، فَقَدْ فَازَ فَوْزاً عَظِيماً
الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyirol Muslimin Wal Muslimat, Jamah Sholat Id’ yang dirahmati Allah
Alhamdulillah, di pagi hari yang indah dan suci ini, ungkapan pujian dan rasa syukur kita persembahkan kepada Allah SWT, atas segala limpahan nikmat dan karunia-Nya, dengan penuh perasaan gembira dan hati yang khusyuk, saat ini kita berada dalam suasana hari raya idul fitri, dimana Allah SWT Yang Maha Kuasa memperlihatkan kemuliaan dan keagungannya bagi kita semua, jutaan umat Islam dari berbagai etnik, suku, dan bangsa di seluruh penjuru dunia, ikut mengumandangkan takbir, tahmid, dan tahlil, sebagai ungkapan rasa syukur dan penghambaan manusia kepada-Nya, dilantunkan dengan penuh kesadaran, keikhlasan, serta keyakinan yang kokoh di hari kemenangan dan kejayaan umat Islam. Semoga Allah SWT Yang Maha Rohman dan Rohim, senantiasanya berkenan mencurahkan rahmat-Nya bagi kita semua, sehingga sejak pagi ini kita memulai kehidupan baru, kehidupan yang diwarnai dengan kebersihan dan kesucian jiwa, menggapai derajat ketakwaan disisi-Nya. Aamiin ya robbal aalamiin.
Sholawat dan salam mari senantiasa kita curahkan kepada baginda Rosulallah, junjungan kita, Nabi Muhammad SAW, dialah kekasih Ilahi, tokoh sejati dan panutan dalam hidup ini. Allahumma sholli ala Muhammad wa “ala “aali Muhammad.
الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyirol Muslimin Wal Muslimat, rohimakumullah.
Sebulan penuh kita berpuasa. Hari-harinya dihiasi dengan ibadah. Malamnya pun menunaikan shalat tarawih berjama’ah, masjid dan rumah-rumah kita dipenuhi bacaan Al-Quran secara tartil dan tilawah. Semangat bersedekah tak lupa digiatkan, berbagai kajian keislaman digelar hampir setiap waktu berbuka puasa. سبحان الله Romadhon sungguh mempesona, membawa kenangan indah tersendiri bagi kita. Nyaris sebulan penuh kita dididik dan dibina oleh Allah, untuk terbiasa tunduk dan patuh pada ketentuan-Nya.
الله أكبر ولله الحمد
Ma’asyirol Muslimin Wal Muslimat, yang dimuliakan Allah
Kini bulan romadhon telah berlalu. Hari ini 1 Syawal, babak baru hadir menjumpai kita, bersiap kembali memasuki hari-hari pasca ramadhan adalah tugas kita, bagaimana menjaga dan merawat semangat Ramadhan agar ruhiyah ketaatan tetap dan semakin bergelora. Tentu saja, ini bukan pekerjaan sederhana, karena kerja “merawat ketaatan” berlangsung hingga akhir hayat kita. Jika selama ramadhan, kita sudah terbiasa berjamaah di masjid, maka setelah ramadhan dorongan untuk berjamaah ke masjid semestinya tidak padam. Jika selama ramadhan kita dapat terjaga untuk tilawah Al-Quran, maka setelah ramadhan semangat itu semestinya tetap menyala. Jika selama ramadhan, kantor-kantor dan tempat kerja kita begitu sangat Islami, maka tugas kita setelah ramadhan semestinya kita menjadi bagian dari orang-orang yang merawat tradisi-tradisi baik itu. Begitulah harapannya dan seterusnya. Kerja merawat ketaatan ini merupakan kerja mulia kita selanjutnya usai ramadhan.
لله أكبر لله أكبر لله أكبر ولله الحمد
Ma’asyirol Muslimin Wal Muslimat, Jamaah Sholat Id yang di Cintai Allah SWT
Hakikat kemenangan seorang hamba, bukanlah mereka yang pandai dan sukses dalam mengumpulkan uang yang banyak, harta yang berlimpah, rumah megah dan kendaraan mewah atau segudang materi lainnya. Kemenangan seorang hamba bukan pula dilihat dengan capaian keberhasilan meraih kedudukan istimewa dan pangkat dunia yang tinggi. Tapi kemenangan sejati itu adalah, “saat kita mampu dan berhasil merawat ketaatan diri” dan istiqomah di dalam iman dan amal sholeh kita.
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
“Barang siapa yang mengerjakan amal shalih (artinya menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya), baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan (QS. Al-Nahl: 97).”
Dan Indah sekali, keberuntungan bagi mereka yang beriman, beramal sholeh, dan istiqomah itu. Dalam Qs. Al-Ahqof (46): 13-14. Allah SWT menggambarkan tentang mereka,
إِنَّ ٱلَّذِينَ قَالُواْ رَبُّنَا ٱللَّهُ ثُمَّ ٱسۡتَقَٰمُواْ فَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ أُوْلَٰٓئِكَ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ
(13). Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita. (14). Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan
Inilah sebagian gambaran balasan langsung dari Allah, derajat kemulian dan keberkahan hidup yang tiada tara buat kita, yang betul-betul taat, istiqomah dan bersungguh-sungguh menjalankan perintah-Nya.
الله أكبر، ولله الحمد
Jamaah shalat id yang dicintai Allah.
Menyambut gembira momentum hari raya ini, ada beberapa cara yang bisa kita amalkan agar dapat “merawat ketaatan” dan tetap istiqamah di dalam iman dan amal sholeh dihadapan Allah SWT.
Pertama, perkuat keistiqamahan dengan banyak berdo’a kepada Allah, sebab Allah lah yang memberikan hidayah kepada seseorang.
Syahr bin Hawsyab, sahabat Nabi mengisahkan bahwa beliau pernah bertanya kepada Ummu Salamah, istri Rosul` , “Wahai Ummul Mukminin, apa doa yang paling sering dibaca Rasulullah ` jika berada di sisimu?”. Ummu Salamah menjawab bahwa Rasulullah ` sering membaca:
ياَ مُقَلِّبَ القُلُوب ِثَبّتْ قَلبِ ْعَلَى دينِكَ
Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu.
Ketika Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, kenapa doa yang sering engkau baca adalah Yaa muqollibal quluub, tsabbit qolbi ‘ala diinik (Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).” Maka, Rasulullah menjawab, “Wahai Ummu Salamah! Tidak ada seorang manusia pun melainkan hatinya berada di antara dua jemari Allah. Siapa saja yang dikehendaki Allah, pasti Allah akan meneguhkannya (di atas iman). Siapa saja yang dikehendaki-Nya, pasti Allah akan kuasa memalingkannya (dari kebenaran).”
Kita sangat khawatir dengan keteguhan iman kita, marilah tanpa rasa jemu kita selalu berdoa kepada Allah agar setelah Ramadhan ini hati kita selalu dicondongkan untuk beriman dan taat kepada-Nya. Aamiin ya robbal ‘aalamiin
لله أكبر لله أكبر لله أكبر ولله الحمد
Kedua, Bersegeralah beramal dengan melipatgandakan kemauan.
Jika rasa lesu dalam beramal mendera kita, lalu ada rasa berat untuk beramal di saat kita semestinya menunaikannya, maka ambillah tindakan segera. Pada saat rasa malas untuk shalat berjamaah di masjid datang, padahal adzan telah berkumandang, segeralah ambil tindakan dengan bergegas memenuhi panggilan-Nya. Ketika rasa lesu untuk membaca Qur’an itu menjelang, jangan perturutkan kemalasan, segera ambil tindakan; membuka Qur’an dan segera membacanya sepenuh kesungguhan. Ketika dorongan untuk shalat rawatib terasa berat ditunaikan, bersegeralah bangkit dan shalat rawatib sepenuh kekhusyukan. Demikian pula halnya, pada saat kita merasa malas untuk menghadiri majelis ilmu, langkah paling sederhana adalah memperkuat kemauan dengan bergegas berangkat, abaikan segala rasa jemu.
اِنْفِرُوْا خِفَافًا وَّثِقَالًا وَّجَاهِدُوْا بِاَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗذٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui (Q.s. At-Taubah [9]: 41).
Inilah kunci kedua dalam merawat ketaatan: “Bersegera beramal kebaikan, tanpa memperturutkan kemalasan.”
Ketiga, bersahabatlah dengan para sholeh (orang-orang sholeh)
Dr. Muhammad bin Hasan bin ‘Aqil Musa menjelaskan, “Sesungguhnya di antara sarana keteguhan yang terbaik adalah hubungan yang baik dengan orang-orang sholeh dan bersahabat dengan mereka.” Bersahabat dengan orang-orang sholeh memiliki banyak kebaikan bagi upaya menumbuhkan keteguhan, memperkuat ketaatan kepada-Nya, dan juga menjaga agar tetap berada dalam hidayah-Nya. Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ ١١٩
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (Q.s. At-Taubah [9]: 119).
Demikianlah antara iman, ketakwaan, dan kebersamaan dengan orang salih bertautan sebagai penjaga keistiqamahan kita. Persahabatan di dalam iman inilah yang akan selalu menyelamatkan. Oleh karena itu, agar kita selalu dalam ketaatan kepada Allah, mendekatlah dan bersahabatlah dengan orang-orang sholeh, baik teman kerja, tetangga, maupun yang lainnya. Kelak mereka yang bersahabat di dalam ketaatan kepada-Nya akan terhubung kembali di akhirat. Sebagaimana Allah SWT menegaskan Q.s. Az-Zuhruf [43]: 67
ٱلۡأَخِلَّآءُ يَوۡمَئِذِۢ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِينَ ٦٧
Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa
لله أكبر ولله الحمد
Oleh karena itu, sekali lagi, mari kita jalin persahabatan dengan para sholeh agar semakin kuat keistiqamahan kita. Para sahabat sholeh akan menjaga kita dan mendoakan kita agar selalu berada dalam ketaatan kepada Allah. Berhimpunlah di dalam kebaikan, supaya kelak Allah himpunkan kita di dalam surga-Nya. Aamiin ya robbal aalamiin.
Keempat, Kontinu (terus menerus) dan rutin dalam beramal sholeh walaupun sedikit.
Sungguh, amal yang rutin meski sedikit lebih dicintai Allah daripada amal yang hanya sekali dilakukan, tapi setelah itu terputus dan tidak lagi ditunaikan.
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تعالى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
”Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR. Muslim no. 783).
Amalan yang rutin, meskipun sedikit, akan menghindarkan seseorang terserang dari kejenuhan beramal. Imam Nawawi rahimahullah menuturkan, “Amalan yang sedikit tapi ajek (rutin) akan melanggengkan ketaatan, dzikir, dan pendekatan diri kepada Allah.” Semoga Allah karuniakan keistiqamahan untuk merawat ketaatan kepada Allah sehingga kita senantiasa berada dalam ketakwaan kepada-Nya.
Mengakhiri kutbah idul fitri ini, marilah kita gelorakan semangat untuk terus beribadah dalam ketaatan kepada-Nya, untuk meraih kemulian hidup, kesholehan pribadi, kejayaan bangsa, kekokohan negara serta cita-cita dan impian besar demi kecemerlangan ummat Islam saat ini dan di masa mendatang.
Akhirnya marilah kita berdo’a bersama, mengakui segala kekurangan dan kelemahan kita sembari memohon ampun dan bertaubat atas segala dosa dan kesalahan kita, serta memohon petunjuknya.
اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ, يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ, اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ طِبِّ القُلُوْبِ وَدَوَائِهَا وَعَا فِيَةِ اْلأَجْسَادِ وَشِفَائِهَا وَنُوْرِاْلأَبْصَارِ وَضِيَائِهَا وَعَلَى أَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
Ya Allah, Ya Rohman Ya Rohim…..
- Kami agungkan asma kebesaran-mu Ya Rohman, karena engkaulah dzat yang Maha Mulia, kami tadahkan tangan kehadirat-mu Ya Rohim, karena engkaulah dzat yang Maha Mengabulkan Doa.
- Allahumma ya Allah yang maha pengasih, kami adalah hamba-hambamu yang lemah, yang kerapkali terpedaya oleh bujukan syetan, yang terkadang bergelimang dalam kubangan dosa dan kesalahan; di pagi yang suci ini, di atas hamparan tikar dan sajadah, kami bersujud seraya bersimpuh di bawah kasih sayangMu ya robb.., memuji kebesaran dan keagunganmu, memohon ampun atas segala kesalahan dan dosa yang telah kami perbuat selama ini.
- Wahai yang maha suci, wahai yang maha bijaksana, wahai yang awal dari segala yang awal dan yang akhir dari segala yang akhir, kami datang menghadapmu dengan wajah tertunduk malu seraya tak bosan-bosan mengetuk pintu rahmatmu ya Allah. Ampunilah dosa-dosa kami yang telah meruntuhkan segala kebaikan kami dan yang mendatangkan bencana. Ampunilah dosa-dosa kami yang menghancurkan karunia, ampunilah dosa-dosa kami yang menghalangi doa, ampunilah dosa-dosa kami yang menjadi sebab turunnya bala bencana, sebab sungguh tiada yang dapat mengampuni dosa kecuali engkau ya Allah…yang Maha Pengampun, Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
- Ya Allah… tanpa ampunanmu, sungguh kami termasuk orang-orang yang merugi. Maafkanlah kami ya Allah, apabila selama ini kami terlalu banyak berbuat dosa dan kesalahan, apabila selama ini kami telah lupa diri dan tidak pandai mensyukuri segala nikmat dan karuniamu.
- Allahumma ya rabbi, ampunilah segala dosa dan kesalahan kedua orang tua kami, ibu dan bapak kami, Ayah Bunda yang telah mengasuh, mendidik dan membesarkan kami dengan segala kepayahan dan penderitaan mereka. Tanpa kami sadari ya Allah, begitu banyak dosa kedurhakaan yang kami perbuat kepada mereka. Begitu sering kami menyakiti hati dan meneteskan air mata mereka. Sungguh begitu besar dosa dan kesalahan kami kepada mereka. Karena itu ya Allah, ampunilah mereka, kasihanilah mereka, terimalah segala amal bakti mereka dan tempatkanlah mereka di sisimu sebagai golongan orang-orang yang mulia, memperoleh mahkota terbaik disisi-Mu.
اللهم اغفر لنا ولوالدينا ولجميع المسلمين والمسلمات الأحياء منهم والأموات
- Ya Allah, kumpulkanlah hati kami di atas dasar kecintaan kepada-mu, pertemukanlah perjuangan kami di jalan ketaatan kepada-mu, satukanlah semangat kami di jalan dakwah-mu, dan ikatlah hati ini di atas janji setia demi membela syari’at-mu. Laa ilaaha illa anta subhanaka innaa kunnaa minal zhalimiin…
- Ya Allah, perbaikilah sikap keagamaan kami sebab agama adalah benteng urusan kami, perbaikilah dunia kami sebagai tempat penghidupan kami, perbaikilah akhirat kami sebagai tempat kembali kami. Jadikanlah kehidupan kami di dunia sebagai jalan memulian mencari ridho-Mu. Jadikanlah kematian kami husnul khotimah, sebagai tempat istirahat terbaik bagi kami.
- Ya Allah…berikanlah kepada kami kekuatan lahir dan batin untuk menjalani sisa-sisa kehidupan kami, agar kami dapat menjadi hamba-hambamu yang pandai bersyukur dan beramal sholeh dan berjuang di jalan yang engkau ridhoi.
- Ya Allah, lindungilah kami dari penguasa-penguasa yang fasik dan zholim. Anugerahkan kepada kami pemimpin-pemimpin yang beriman kepada-mu, yang adil dan alim. Yang membawa kami ke jalan yang benar dan kesejahteraan, bukan jalan angkara dosa dan kesengsaraan.
- Allahumma ya Aziz ya Jabbar, besarkanlah kami sebagai ummat islam sebagaimana besar dan agungnya hari raya idul fithri ini, agar kami dapat senantiasa menegakkan kalimat : laa ilaaha illa llahu di seluas hamparan ciptamu.
- Ya Allah, hari ini kami merasa bergembira sekaligus sedih. Jangan-jangan kami tak bertemu ramadhan lagi. Jangan-jangan ini idul fitri terakhir bagi kami. Ya Allah, selalu kami meminta, kurniakan kesempatan kembali kepada kami untuk berjumpa dan beribadah di romadhon tahun mendatang, dan terimalah amal ibadah romadhon kami di tahun ini. Ampuni atas segala kekurangan dan kealfaan kami Ya Allah….
رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ, وصلى الله على نبينا محمد وعلى اله وصحبه أجمعين, سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ